JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sektor hotel mewah di Indonesia mencatat pemulihan paling cepat dibanding kelas hotel lain, bahkan telah melampaui tingkat okupansi sebelum pandemi. Momentum ini memperkuat pergeseran pasar ke wisata premium sekaligus membuka babak baru bagi investasi pariwisata berbasis merek.
Data STR menunjukkan okupansi hotel mewah dalam periode 12 bulan hingga Maret 2026 sudah kembali ke level pra-pandemi, unggul dari segmen lain yang masih tertinggal sekitar 5,5 poin persentase. Seiring itu, tarif kamar hotel di Indonesia melonjak lebih dari 40% sejak 2019, dipimpin segmen mewah yang terus mencatat kenaikan rata-rata harga harian sejak 2023.
Fenomena ini menjadi sorotan dalam ajang Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026) yang untuk pertama kalinya digelar di The Langham, Jakarta. Forum tersebut dihadiri lebih dari 400 pelaku industri dari sektor perhotelan, investasi, hingga real estat.
Wakil Presiden Regional Operasional Asia Langham Hospitality Group, Sherona Shng, menilai wisatawan kelas atas kini mencari pengalaman yang lebih personal dan berakar pada budaya lokal. “Pasar Indonesia tidak membutuhkan standar global yang seragam, tetapi pengalaman yang otentik dan kontekstual,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Di sisi lain, pemulihan sektor hotel mewah turut mendorong pertumbuhan hunian berlabel (branded residence), khususnya di Bali.
Indonesia menyumbang Rp24,7 triliun dari total tersebut, dengan Bali sebagai kontributor utama yang menguasai 25% pangsa pasar domestik. Saat ini, terdapat lebih dari 70 proyek aktif di Bali, dengan konsentrasi terbesar di kawasan Canggu/Berawa, diikuti Uluwatu hingga Seminyak, kata Bill Barnett Managing Director 9C Hotelworks.
Sementara itu, Direktur Pacific Asia Horwath HTL, Matt Gebbie, menekankan bahwa pertumbuhan sektor ini harus diimbangi strategi yang tepat. Menurutnya, investor kini dituntut lebih selektif dalam memahami destinasi, segmen pasar, dan konsep yang mampu memberikan imbal hasil optimal.
ITX 2026 sendiri mengusung tema “Reimagining Journeys” dan membahas tren terbaru industri, mulai dari investasi, teknologi, desain berbasis budaya, hingga keberlanjutan. Forum ini diproyeksikan menjadi platform tahunan untuk mempertemukan pelaku utama industri pariwisata Indonesia di tengah meningkatnya permintaan perjalanan kelas atas.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
