JAKARTA, iNewsTangsel.id - Lonjakan limbah elektronik (e-waste) yang kian mengkhawatirkan mendorong terobosan baru. Lewat gerakan #SayangBumi 2026, ribuan siswa SMA dilibatkan untuk turun langsung mengatasi persoalan lingkungan yang kian mendesak.
Program yang melibatkan 50 sekolah di Jabodetabek ini tak hanya berfokus pada pengumpulan limbah, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini.
Sepanjang Juni hingga November 2026, para siswa akan mengikuti workshop edukasi sekaligus menginisiasi gerakan pengumpulan e-waste di lingkungan sekolah masing-masing.
Menariknya, program ini juga melahirkan 150 siswa terpilih sebagai #SayangBumi Changemaker yang akan menjadi motor penggerak di sekolahnya. Mereka didorong tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga menggerakkan aksi nyata di komunitasnya.
Kolaborasi dengan EwasteRJ sebagai mitra daur ulang memastikan bahwa limbah yang terkumpul diproses secara aman dan sesuai standar lingkungan. Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberhasilan pengelolaan e-waste secara berkelanjutan.
“Masalah limbah elektronik tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada gerakan kolektif, dan pelajar punya peran besar untuk itu,” kata Rafa, Kamis (11/6/2026).
Selain itu, President Director Acer Indonesia, Leny Ng, menegaskan bahwa pendekatan edukasi menjadi kunci perubahan jangka panjang. “Kami percaya generasi muda adalah penentu masa depan lingkungan. #SayangBumi bukan sekadar program, tapi gerakan untuk menciptakan pemimpin perubahan,” ujarnya.
Tahun ini, Acer menargetkan pengumpulan hingga 5 ton e-waste, meningkat dari capaian 3 ton pada tahun sebelumnya. Langkah ini menjadi respons nyata terhadap tingginya volume limbah elektronik, yang di Indonesia telah mencapai jutaan ton setiap tahun.
Melalui pendekatan edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi, gerakan ini menunjukkan bahwa solusi krisis e-waste tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi bisa lahir dari langkah kecil yang konsisten di lingkungan sekolah
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
