JAKARTA, iNewsTangsel.id - Olahraga lari lintas alam semakin berkembang sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Tidak hanya menjadi ajang menguji ketahanan fisik, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan konservasi satwa liar.
Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Eco Echo Trail Run 2026, yang akan digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026) mendatang. Ajang lari lintas alam berbasis amal ini mengangkat tema “Every Step Echoes Conservation” dengan fokus pada upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian habitat gajah sumatra.
Direktur People and Growth WWF-Indonesia, Rusyda Deli mengatakan, setiap langkah yang diambil peserta memiliki makna lebih dari sekadar mencapai garis finis. Setiap langkah peserta juga kontribusi nyata untuk menyuarakan pentingnya pelestarian habitat gajah sumatra.
"Popularitas olahraga lari yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu alasan dipilihnya konsep trail run sebagai sarana kampanye. Kami berharap pendekatan tersebut dapat menarik minat masyarakat luas, khususnya generasi muda dan komunitas pelari untuk terlibat dalam kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Selain menjadi ajang olahraga, lanjutnya, kegiatan ini juga mengusung misi penggalangan dana untuk mendukung program konservasi gajah sumatra dan pemulihan lanskap Peusangan di Aceh. Karena Peusangan tercatat sebagai salah satu habitat dan jalur jelajah alami gajah sumatra.
"Keberadaan kawasan Peusangan juga memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui berbagai upaya konservasi dan kolaborasi multipihak, perlindungan habitat gajah sumatra terus diperkuat untuk mendorong terciptanya harmoni antara manusia dan satwa liar," imbuhnya.
Dia menegaskan, inisiatif ini tidak hanya mendukung kelestarian gajah, tapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya alam serta kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.
"Setiap partisipasi peserta akan berkontribusi pada berbagai upaya perlindungan habitat satwa liar dan mitigasi konflik antara manusia dengan satwa," ucapnya.
Dia menambahkan, konservasi bukan sekadar upaya melindungi spesies yang terancam punah, tapi bagian dari upaya menjaga sistem penyangga kehidupan yang mendukung kesejahteraan manusia. Gajah sumatra adalah spesies payung yang keberlangsungan hidupnya mencerminkan kesehatan ekosistem hutan Sumatra.
"Ketika habitatnya terjaga, maka keanekaragaman hayati, sumber air dan fungsi ekologis yang penting bagi masyarakat juga turut terjaga,” kata Rusyda.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
