JAKARTA, iNewsTangsel.id - Isu pendidikan keluarga dan literasi nonformal menjadi sorotan dalam rangkaian Festival Film Wartawan (FFW) 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film “Anak Anak Bambu” yang digelar di CGV Slipi Jaya, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 penonton ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi film, tetapi juga ruang diskusi mengenai nilai moral, pendidikan, dan peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Sejumlah pelajar turut aktif menyampaikan pandangan terkait alur cerita hingga pemilihan karakter dalam film tersebut.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menilai film ini menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya pendidikan yang tidak selalu harus formal. Menurutnya, nilai-nilai kehidupan justru dapat tumbuh dari lingkungan keluarga yang hangat dan inklusif.
“Film ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya diperoleh di sekolah, tetapi juga dari keluarga yang mampu menanamkan nilai moral dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya usai acara.
Ia menjelaskan, cerita dalam film menyoroti dinamika keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak. Namun, kondisi tersebut juga mengingatkan bahwa pendekatan pendidikan perlu disesuaikan dengan realitas sosial yang dihadapi.
Selain aspek pendidikan, film ini juga mengangkat nilai ekologis melalui latar kampung bambu yang sarat filosofi kehidupan. Irini menilai penggambaran tersebut tidak hanya memperkuat cerita, tetapi juga membuka peluang pengembangan potensi ekonomi kreatif, termasuk wisata berbasis budaya.
“Latar kampung bambu memiliki nilai visual dan filosofi yang kuat, bahkan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi berbasis budaya,” katanya.
Melalui program nobar dan diskusi ini, FFW 2026 dinilai berhasil menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat untuk melihat film sebagai medium edukasi sekaligus sarana memahami nilai sosial dan budaya secara lebih luas.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
