JAKARTA, iNewsTangsel.id - Budaya kerja yang sehat semakin menjadi faktor penting dalam menciptakan loyalitas dan kenyamanan karyawan di dunia kerja. Bukan sekedar gaji, justru kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama bagi generasi muda, khususnya Gen Z dalam memilih tempat kerja.
Managing Director Great Place To Work (GPTW) ASEAN & ANZ, Evelyn Kwek menjelaskan, sebanyak 25 perusahaan terpilih berdasarkan hasil Trust Index Survey yang melibatkan lebih dari 179.200 karyawan di Indonesia. Penilaian dilakukan menggunakan metodologi yang telah diterapkan secara global selama lebih dari tiga dekade untuk mengukur kualitas budaya kerja.
"Dari temuan terbaru kami, menunjukkan, perusahaan yang membangun lingkungan kerja berbasis kepercayaan mampu mempertahankan karyawan sekaligus meningkatkan daya saing bisnis," katanya, saat merilis daftar Best Workplaces in Indonesia 2026, Selasa (21/7/2026) malam.
Menurutnya, kebutuhan pekerja saat ini telah bergeser. Selain kompensasi yang kompetitif, karyawan juga menginginkan pemimpin yang dapat dipercaya, kesempatan berkembang, rasa aman secara psikologis, serta lingkungan kerja yang saling menghargai.
"Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar tahun ini telah membuktikan, kinerja bisnis, ketahanan organisasi, dan budaya yang mengutamakan karyawan dapat tumbuh secara beriringan," ujar Kwek.
Ia mengungkapkan, hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan karyawan terhadap kepemimpinan di perusahaan-perusahaan terbaik tersebut mencapai 58 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata perusahaan di Indonesia yang berada di angka 35 persen. Budaya kerja yang positif juga berdampak pada tingkat loyalitas.
"Sebanyak 88 persen karyawan menyatakan ingin tetap bekerja di perusahaan mereka dalam jangka panjang. Sementara 91 persen responden mengaku bersedia merekomendasikan tempat kerja mereka kepada keluarga, teman, maupun kolega," terangnya.
Kwek mengatakan, budaya kerja yang dibangun di atas fondasi kepercayaan menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Apalagi, organisasi yang mampu beradaptasi dengan kondisi bisnis baru membuktikan, budaya kerja berbasis kepercayaan tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tapi juga menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan merasa dihargai dan diterima.
"Dalam penilaian ini, kami mengukur pengalaman karyawan melalui lima aspek utama, yakni Credibility (kredibilitas), Respect (saling menghargai), Fairness (keadilan), Pride (kebanggaan), dan Camaraderie (kebersamaan). Penentuan peringkat sepenuhnya didasarkan pada hasil survei yang diisi langsung oleh karyawan," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President Human Capital Strategy PT PLN (Persero), Sari Indah Damayanti mengaku, pada tahun ini perusahaannya tidak hanya mempertahankan predikat Great Place to Work, tapi juga berhasil masuk dalam jajaran Best Workplace di Indonesia. Penghargaan itu didapatkan setelah melalui proses penilaian independen yang mengukur tingkat kenyamanan dan pengalaman kerja para karyawan.
"Penghargaan tersebut menjadi bukti, lingkungan kerja yang nyaman mampu mendorong karyawan memberikan kinerja terbaik. Ketika pegawai merasa nyaman bekerja, mereka akan memberikan kontribusi terbaik kepada perusahaan. Pada akhirnya, hal itu akan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Ia memaparkan, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Sebelum meraih predikat tersebut, PLN terlebih dahulu mengikuti survei Great Place to Work yang melibatkan seluruh karyawan secara independen.
"Survei dilakukan langsung kepada pegawai oleh lembaga independen. Manajemen tidak ikut campur dalam proses penilaian. Yang dinilai mencakup kenyamanan bekerja, kesejahteraan, hingga lingkungan kerjanya," tutup Sari.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
