Dua Bulan Royalti Tak Cair, Musisi Timur Soroti Transparansi Pendapatan Digital

Thomas Manggala
Mereka berharap pemerintah dapat membantu membuka persoalan tersebut, termasuk memastikan transparansi mengenai pendapatan, potongan, pembagian hingga mekanisme pembayaran royalti. (Foto Thomas).

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sejumlah musisi asal Indonesia Timur, Ecko Show, Silet Open Up, dan Faris Adam, mengadukan persoalan pembayaran royalti musik ke Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemen HAM).

Mereka mengaku pendapatan dari karya musik yang sebelumnya dikelola melalui pihak pengelola distribusi digital belum diterima selama dua bulan, yakni untuk periode Mei dan Juni 2026.

Ecko Show menyebut nilai royalti yang masih tertahan mencapai sekitar Rp600 juta berdasarkan data yang mereka miliki. Persoalan tersebut kemudian dibawa ke Kemen HAM untuk mendapatkan penyelesaian.

“Revenue yang dua bulan belakangan itu sejak kita berpindah dari IDETIMUR ke aggregator baru itu, revenue selama dua bulan itu belum dibayarkan,” ujar Ecko di Kemen HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Silet Open Up mengatakan persoalan bukan terkait keberadaan karya atau aset musik mereka, melainkan pembayaran pendapatan yang belum diterima.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network