JAKARTA, iNewsTangsel.id - Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta kepedulian terhadap lingkungan didorong tidak sekadar menjadi kewajiban perusahaan, tapi berkembang menjadi budaya bersama di seluruh sektor industri. Demikian dikatakan Sekretaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) saat menjadi Wakil Ketua Dewan Juri Indonesia QHSE For Business Sustainability Award (IQSA) 2026, Patuan Alfon Simanjuntak, Jumat (28/8/2026) malam.
Menurutnya, penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) perlu dilakukan secara konsisten melalui standar operasional yang aman, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi, serta kolaborasi antara perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.
“Keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan budaya yang harus dibangun bersama demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini diikuti 30 perusahaan yang berasal dari beragam sektor industri. Peserta antara lain mewakili bidang pertambangan, bandara, konstruksi, properti, jalan tol, pengeboran, manufaktur, rumah sakit, transportasi, hingga logistik.
"Keberagaman peserta tersebut menunjukkan, penerapan K3L menjadi kebutuhan lintas sektor, mengingat setiap bidang usaha memiliki potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dikelola secara sistematis," terangnya.
Ia menilai secara umum para peserta tahun ini telah memahami dan menerapkan aspek K3L serta keberlanjutan dalam kegiatan operasionalnya. Namun, penerapan standar keselamatan tidak boleh berhenti setelah perusahaan memperoleh penghargaan.
“Para pemenang tidak boleh lantas berhenti. Konsistensi dan improvement harus terus dilakukan tanpa mengenal batas waktu. Karena penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, produktif, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis," ungkapnya.
Ia menambahkan, budaya keselamatan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja. Dengan demikian, K3L tidak hanya dipandang sebagai urusan manajemen atau pihak tertentu di perusahaan, tapi menjadi tanggung jawab seluruh individu.
"Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sekaligus meningkatkan produktivitas serta memperkuat keberlanjutan industri di Indonesia. Karena K3L harus kita jadikan bagian dari budaya aman, sehat dan produktif bagi semua,” ujarnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
