JAKARTA, iNewsTangsel.id - Minat investor Indonesia terhadap aset digital berbasis saham Amerika Serikat terus meningkat sepanjang kuartal II 2026. Instrumen ini kian diminati karena memberikan akses investasi global dengan modal yang lebih terjangkau serta fleksibilitas dalam bertransaksi.
Seiring meningkatnya minat tersebut, investor mulai memperkuat strategi diversifikasi portofolio global. Aset tertokenisasi berbasis saham dan komoditas dinilai mampu membantu penyebaran risiko sekaligus membuka peluang keuntungan dari berbagai sektor ekonomi dunia dalam satu platform digital.
Selain diversifikasi, saham-saham populer berbasis teknologi tetap menjadi pilihan utama. Token saham perusahaan global seperti Apple, Microsoft, dan Circle mencatat pertumbuhan aktivitas perdagangan yang signifikan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap emiten berfundamental kuat.
Di sisi lain, minat terhadap instrumen berbasis indeks seperti exchange-traded fund (ETF) melonjak tajam. Token ETF Nasdaq-100 mencatat kenaikan volume perdagangan hingga 115% dengan lonjakan trader aktif mencapai 196%, sementara ETF S&P 500 tumbuh 74% dengan kenaikan trader aktif sebesar 160%. Tren ini menunjukkan investor mulai beralih ke instrumen dengan eksposur pasar yang lebih luas dan terdiversifikasi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
