JAKARTA, iNewsTangsel.id -Pendampingan kesehatan anak sebaiknya dilakukan sejak masa kehamilan, bukan hanya setelah bayi lahir. Karena pelayanan kesehatan anak yang optimal membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari dokter kandungan hingga dokter anak, terutama pada kehamilan berisiko tinggi.
"Anak adalah investasi masa depan. Karena itu, pendampingan sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal," kata dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Jessica Sugiharto, saat memperkenalkan konsep baru layanan Mom and Child rumah sakit tersebut, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Untuk itu, orang tua tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tapi juga aktif memantau tumbuh kembang anak di rumah. Kolaborasi antara keluarga dan dokter menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkembang optimal.
"Kalau ada gangguan nutrisi, infeksi, atau keterlambatan perkembangan dan terdeteksi sejak awal, penanganannya akan jauh lebih mudah dibandingkan jika baru diketahui setelah kondisinya berat," imbuh dr. Jessica.
Ia mengatakan, setiap kehamilan memiliki kebutuhan yang berbeda. Pada ibu dengan kehamilan berisiko tinggi, seperti hipertensi, tim medis harus menyiapkan penanganan yang lebih matang menjelang persalinan.
"Persiapan saat kelahiran pada kehamilan risiko tinggi tentu berbeda dibandingkan persalinan dengan risiko rendah. Karena itu diperlukan kolaborasi sejak masa kehamilan agar bayi mendapatkan penanganan terbaik sejak lahir," katanya,
Setelah bayi lahir, lanjutnya, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatannya. Pemeriksaan tersebut meliputi berat badan, panjang badan, lingkar kepala, hingga skrining bayi baru lahir sesuai pedoman yang berlaku.
"Skrining tersebut antara lain mencakup pemeriksaan hormon tiroid, kadar bilirubin (kuning), golongan darah, serta pemeriksaan lain yang diperlukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan sedini mungkin," ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pemeriksaan medis, tenaga kesehatan juga berperan mendampingi ibu agar pemberian ASI eksklusif dapat berjalan dengan baik. Sebelum bayi pulang dari fasilitas kesehatan, keluarga juga diberikan edukasi mengenai cara merawat bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Pemantauan tumbuh kembang harus dilakukan secara rutin. Berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, hingga perkembangan motorik, bahasa, dan kemampuan sosial anak perlu dipantau secara berkala," tegas dr. Jessica.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
