Kompetisi Inovasi Jadi Ruang Belajar Generasi Muda Kembangkan Solusi Sosial

Elva
Puncak kegiatan program KPP MINING Youth In Action 2 dan pengumuman pemenang. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - ‎Sebanyak 712 proposal inovasi dari generasi muda yang berasal dari 193 institusi di 32 provinsi menjadi bagian dari upaya mendorong pelajar dan mahasiswa terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Ratusan gagasan tersebut dihimpun dalam program KPP MINING Youth In Action 2 yang mengajak peserta mengembangkan proyek berbasis tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

‎Dari total 712 proposal yang masuk, sebanyak 30 proposal terbaik memperoleh pendanaan untuk diimplementasikan. Para peserta tidak hanya menyusun gagasan, tapi juga mendapatkan kesempatan mengembangkan dan mempresentasikan proyek sebelum memasuki tahap penjurian akhir.

‎Presiden Direktur PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) Wahyu Widaryanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dalam merancang dan menjalankan sebuah gagasan.

‎"Proses kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tapi juga memberikan pengalaman kepada peserta dalam menghadapi proses pengembangan proyek," katanya puncak kegiatan dan pengumuman pemenang, dalam keterangan, Senin (31/8/2026)

‎Ia menerangkan, melalui 30 proyek yang memperoleh pendanaan, para peserta juga memiliki kesempatan untuk menguji gagasan yang telah dikembangkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan generasi muda dalam menghubungkan proses pembelajaran dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.

‎"Keterlibatan peserta dari berbagai daerah menunjukkan, pendidikan dan pengembangan inovasi dapat menjadi sarana untuk mendorong generasi muda mengambil peran dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, kesehatan, hingga kebutuhan dasar masyarakat," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, selain kompetisi inovasi, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian terhadap persoalan pendidikan melalui peluncuran buku Jembatan Harapan. Buku tersebut mengangkat upaya pemberantasan buta aksara di sejumlah wilayah.

‎"Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 15 guru mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung pengentasan buta aksara di wilayah pelosok," imbuhnya.

‎Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Rita Pranawati, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

‎'Kompetisi berbasis proyek seperti ini dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar ruang kelas. Pelajar dan mahasiswa tidak hanya dituntut memahami persoalan secara teoritis, tapi juga dilatih untuk menyusun gagasan, bekerja sama, serta mencari solusi yang dapat diterapkan di masyarakat," ungkapnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network