JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memulai dari nol ketika menghadapi epidemi atau pandemi berikutnya.
Kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum krisis terjadi, mulai dari surveilans, identifikasi patogen, riset dan pengembangan vaksin, uji klinik, manufaktur, hingga evaluasi dan otorisasi regulatori.
Pernyataan tersebut disampaikan Taruna dalam acara Table Top Exercise 100 Days Mission in Indonesia Project di JW Marriott, Jakarta.
Kegiatan itu turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, CEO Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) Dr. Richard Hatchett, Deputy WHO Representative Dr. Tara Kessaram, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
