TANGERANG, iNewsTangsel.id -Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau turut mengubah pola pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang. Sebanyak 316 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang mengubah skema penyaluran MBG selama kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki mengatakan, makanan yang sebelumnya disiapkan untuk peserta didik dialihkan kepada warga sekitar, santri pondok pesantren, dan panti asuhan. Perubahan skema tersebut mulai diberlakukan pada Senin (7/9/2026) dan akan berlangsung hingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dilaksanakan.
"Karena terlanjur pesan bahan baku jadi makaan dialihkan untuk warga sekitar dan panti asuhan. Selain itu, relawan SPPG juga membawa pulang untuk dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga," ujar Priyo, Senin (7/9/2026).
Ia menerangkan, kebijakan PJJ diterapkan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga sekolah menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Dengan diberlakukannya pembelajaran daring, aktivitas peserta didik di lingkungan sekolah untuk sementara dihentikan. Kondisi tersebut turut berdampak pada mekanisme pelaksanaan sejumlah layanan yang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar di sekolah, termasuk pendistribusian MBG.
Ia menjelaskan, selain peserta didik, perubahan distribusi juga dilakukan terhadap kelompok penerima manfaat lainnya, seperti lansia, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui atau kelompok 3B.
"Semuanya dialihkan juga, karena kami meminimalisir hal yang tidak diinginkan," tegas Priyo.
Menurutnya, makanan yang disalurkan terdiri atas dua bentuk. Sebagian penerima memperoleh makanan yang sudah dimasak dan siap santap. Sementara sebagian lainnya, menerima bahan baku pangan yang bisa dimasak sendiri di rumah.
"Perubahan skema penyaluran MBG tersebut menjadi bagian dari penyesuaian layanan selama PJJ berlangsung, sembari menunggu kondisi kembali memungkinkan untuk dilaksanakannya pembelajaran tatap muka," ungkapnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
