JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kualitas perjalanan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kelancaran rangkaian ibadah, tetapi juga kesiapan layanan yang diterima jamaah sejak keberangkatan hingga berada di Arab Saudi. Akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Kebutuhan terhadap layanan yang terintegrasi semakin penting karena kondisi jamaah selama berada di Tanah Suci cukup beragam. Pengelolaan perjalanan harus mampu memberikan kepastian sekaligus merespons kebutuhan jamaah ketika menghadapi persoalan di lapangan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan haji. "Evaluasi penyelenggaraan haji juga mencakup berbagai aspek layanan, mulai dari akomodasi dan transportasi hingga kesehatan serta pendampingan jamaah", katanya, Selasa (8/9/2026).
Peningkatan standar layanan tersebut menempatkan penyelenggara perjalanan pada tantangan untuk membangun koordinasi yang lebih kuat. Layanan tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga bagaimana jamaah memperoleh bantuan dan pendampingan ketika membutuhkan selama berada di Arab Saudi.
Direktur Jannah Firdaus mengatakan kualitas pelayanan perlu dilihat sebagai satu rangkaian yang saling berkaitan, mulai dari persiapan keberangkatan, pengurusan kebutuhan perjalanan, akomodasi hingga pendampingan di Tanah Suci. Menurut dia, koordinasi antarbagian menjadi penting agar kebutuhan jamaah dapat ditangani secara lebih terarah.
CEO Jannah Firdaus, Wael Ahmed, mengatakan penghargaan yang diterima pihaknya menjadi tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan jamaah. “Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar kepada seluruh jamaah dan masyarakat,” ujar Wael Ahmed.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
