Penjualan Manufaktur Melonjak 38 Persen, Pelaku Industri Garap Sektor di Luar Otomotif

Elva
Perusahaan manufaktur memperluas diversifikasi bisnis ke sejumlah sektor di luar komponen otomotif. Foto Istimewa

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel.id - Pertumbuhan penjualan bisnis manufaktur sepanjang tahun 2025 mendorong sejumlah perusahaan untuk memperluas diversifikasi bisnis ke sektor-sektor baru di luar komponen otomotif. Langkah strategis ini ditempuh dengan memanfaatkan kapasitas engineering dan fasilitas produksi yang telah dimiliki sebelumnya.

Salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja positif adalah PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART). Pada kinerja tahun 2025, penjualan perseroan berhasil membukukan angka Rp369,59 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 38,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp267,38 miliar. Pertumbuhan penjualan tersebut turut mendorong peningkatan laba bersih sebesar 29,97 persen menjadi Rp30,21 miliar dari sebelumnya Rp23,24 miliar.

"Laba usaha juga meningkat 29,93% menjadi Rp40,62 miliar. Sedangkan laba kotor naik 20,93% menjadi Rp70,78 miliar," kata Direktur PART Tjoeng Rino Saputra, Selasa (29/9/2026).

Menurut Tjoeng Rino, di tengah pertumbuhan tersebut, perusahaan mulai memperluas pengembangan produk manufaktur guna mengurangi ketergantungan pada satu sektor industri saja. Kapabilitas teknis yang dikembangkan perseroan mencakup engineering, stamping, welding, fabrikasi, perakitan, hingga sistem pengendalian kualitas.

"Sejumlah produk yang tengah dikembangkan antara lain mesin pengering food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, dan mesin digester untuk pengolahan limbah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa langkah pengembangan produk tersebut membuka peluang besar bagi perseroan untuk masuk ke sektor peralatan pengolahan pangan, pertanian, pengolahan limbah, serta mesin dan peralatan industri lainnya.

"Bisnis komponen otomotif tetap menjadi salah satu fondasi utama. Namun, perusahaan juga mengembangkan kemampuan manufaktur dan engineering untuk menjangkau kebutuhan industri yang lebih beragam," imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa proses diversifikasi lini usaha dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor permintaan pasar, kesiapan teknologi dan produksi, kapasitas pabrik, serta tingkat kelayakan ekonomi dari setiap produk yang dikembangkan.

"Selain ekspansi usaha, kami juga menyiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan nilai maksimal Rp200 miliar," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh dana bersih hasil aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan akan digunakan terutama untuk memperkuat modal kerja perseroan. Kebutuhan modal kerja tersebut mencakup pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, biaya operasional, serta pengembangan bisnis. Pelaksanaan right issue ditargetkan berlangsung pada kuartal I 2027.

"Namun, realisasinya masih bergantung pada persetujuan pemegang saham, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pasar, dan kesiapan kami," tuturnya.

Selain penambahan modal, perseroan juga merencanakan aksi pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan mengalokasikan anggaran maksimal Rp10 miliar.

"Buyback direncanakan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kondisi pasar, ketersediaan dana, kebutuhan operasional, serta ketentuan pasar modal yang berlaku," katanya.

Ia menegaskan, berbekal pertumbuhan penjualan dan laba sepanjang 2025, perusahaan kini siap menghadapi agenda untuk menjaga bisnis utama sekaligus mengoptimalkan sumber pendapatan baru dari sektor manufaktur non-otomotif.

"Keberhasilan strategi tersebut akan bergantung pada perkembangan permintaan pasar, kesiapan kapasitas produksi, serta efektivitas penggunaan modal," pungkasnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network