TANGERANG, iNewsTangsel.id -Memasuki musim hujan, ancaman banjir kembali menjadi kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Genangan air tidak hanya berpotensi merendam permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja hingga kegiatan anak-anak ke sekolah.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengalokasikan anggaran Rp50 miliar dari APBD 2026 untuk mempercepat penanganan banjir, termasuk melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan normalisasi aliran sungai.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, penanganan banjir dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama di kawasan yang kerap terdampak genangan atau wilayah yang menjadi langganan banjir.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian, Cimanceri (BBWSC3) Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintah provinsi untuk mengantisipasi risiko banjir akibat luapan sungai.
"Untuk mengatasi banjir di wilayah ini, kami sudah ada penanganan bersama," terang Maesyal.
Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Peri Ramdani menambahkan, anggaran Rp50 miliar tersebut saat ini tengah direalisasikan untuk mendukung program penanggulangan banjir.
Sejumlah wilayah yang menjadi fokus penanganan di antaranya Kecamatan Pasar Kemis, Kelapa Dua, Curug, dan Pagedangan.
"Kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi menjadi prioritas karena banjir berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat," tutur Peri.
Menurutnya, penanganan banjir menjadi penting bagi masyarakat karena dampaknya tidak sebatas kerusakan rumah dan barang. Banjir juga dapat menghambat mobilitas warga, mengganggu kegiatan ekonomi, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tergenang.
"Karena itu, percepatan proyek pengendalian banjir menjelang musim hujan diharapkan mampu mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman padat," ucapnya.
Selain pembangunan infrastruktur, lanjut Peri, pemeliharaan saluran air dan normalisasi sungai juga menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran aliran air. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi warga.
"Sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dan masyarakat tidak terus-menerus dibayangi kekhawatiran banjir setiap kali hujan turun," pangkasnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
