Selain DPK, penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) juga meningkat 120 persen menjadi Rp3,07 triliun dari Rp1,37 triliun pada September 2025.
Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp17,64 triliun atau tumbuh 65 persen dibandingkan posisi Rp10,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih juga meningkat 67 persen menjadi Rp2,13 triliun.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau KPMM tercatat 36,52 persen dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,82 persen.
Anton menyatakan perusahaan akan menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, kualitas aset, kecukupan modal, dan likuiditas untuk menghadapi dinamika industri perbankan.
Kinerja tersebut merupakan laporan keuangan sembilan bulan pertama 2026 yang berakhir pada 30 September dan masih berstatus belum diaudit (unaudited).
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
