JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi tantangan di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global. Kondisi tersebut membuat akses pembiayaan yang berkelanjutan menjadi penting untuk menjaga kegiatan usaha sekaligus membuka ruang ekspansi.
Kolaborasi antara perbankan dengan berbagai lembaga keuangan turut menjadi salah satu cara memperluas akses tersebut. Jaringan fintech, multifinance, koperasi, dan modal ventura kini ikut berperan dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM.
Hingga akhir Juni 2026, sekitar 60 persen dari total kredit Bank Sampoerna atau senilai Rp6,2 triliun telah disalurkan kepada UMKM. Penyaluran secara langsung mencapai Rp5,5 triliun, sedangkan pembiayaan melalui mitra fintech, multifinance, koperasi, dan modal ventura mencapai Rp628,8 miliar.
Di tengah penyaluran tersebut, ekspansi pembiayaan ritel juga terus dilakukan. Salah satunya melalui PDAja.com yang memberikan fleksibilitas kepada nasabah untuk menarik dana sesuai kebutuhan dan membayar bunga berdasarkan plafon yang digunakan, baik untuk pengembangan usaha maupun kebutuhan pribadi.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan ketika sektor UMKM masih menghadapi berbagai tantangan. Hingga Juni 2026, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp10,6 triliun, dengan sebagian besar berasal dari segmen wholesale business.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
