Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tragedi Ponpes Al Khoziny Selesai: Basarnas Tutup Operasi SAR!
Advertisement . Scroll to see content

Pekerja Proyek Pembangunan Jembatan Medaksa Tewas, Posisi Terjepit Tertimpa Ujung Badan Trailer

Minggu, 13 Agustus 2023 | 09:20 WIB
  • author Mochamad Ade Maulidin
Pekerja Proyek Pembangunan Jembatan Medaksa Tewas, Posisi Terjepit Tertimpa Ujung Badan Trailer
Seorang pekerja tewas akibatterjepit crane pada proyek pembangunan Jembatan Medaksa, Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 9.40 WIB ditangani Polres Cilegon.

CILEGON, iNewsTangsel.id - Kepolisian Resor (Polres) Cilegon menyatakan seorang pekerja tewas akibat kecelakaan kerja berupa terjepit crane pada proyek pembangunan Jembatan Medaksa, Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 9.40 WIB.

"Korban yang posisinya terjepit dan sudah berhasil dievakuasi, namun korban meninggal dunia," kata Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan di Cilegon, Banten, Sabtu (12/8/2023). 

Korban adalah pengemudi crane bernama Heryanto (56) yang merupakan warga Vila Tangerang, Kutajaya, Pasar Kemis, Kota Tangerang. Jenazah ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon. 

Kecelakaan kerja bermula saat korban hendak menaiki truk untuk kembali ke pool, tapi crane yang dikemudikan korban oleng dan terjatuh. Jadi, ini menimpa ujung badan truk trailer yang berakibat korban terjepit badan crane.

Ketika korban dievakuasi Badan SAR Nasional (Basarnas), kondisinya sudah tidak berdaya. Petugas ini dibantu pihak kepolisian dan TNI melakukan pemotongan sejumlah bagian badan crane untuk bisa mengakses tubuh korban. 

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Cilegon, AKP David Adhi Kusuma mengemukakan kejadian bermula saat pengemudi crane berada di lokasi pembangunan Jembatan Medaksa, Merak, hendak menaikkan ke trailer untuk kembali ke pool. 

Namun, crane yang hendak naik ke truk trailer berada dalam posisi miring akibat permukaan tanah di lokasi yang tidak rata. Jadi, crane oleng dan terjatuh menimpa bagian ujung trailer.

"Kronologinya berawal saat kendaraan crane akan naik ke mobil trailer, tapi ternyata posisi crane ini tidak seimbang, karena berada pada tanah yang posisinya miring, sehingga saat proses berlangsung mobil crane kemudian oleng dan terjatuh," ucapnya. 

Editor: Mochamad Ade Maulidin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut