Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Tekankan Peran Krusial Lemhanas, Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif untuk Indonesia Emas
Advertisement . Scroll to see content

PDI-P Sudah Tak Lagi Pikirkan Jokowi, Adian Napitupulu: Fokus ke Ganjar!

Rabu, 25 Oktober 2023 | 16:38 WIB
  • author Aris Dannu
PDI-P Sudah Tak Lagi Pikirkan Jokowi, Adian Napitupulu: Fokus ke Ganjar!
Jokowi dan Megawati

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Keputusan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto membuat hubungan Jokowi dengan PDI-P tegang. Bahkan isu hubungan Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri sudah tak akur lagi kian menguat.

Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres (TKRPP) PDI-P, Adian Napitupulu pihaknya kini sudah tidak memikirkan Gibran maupun Jokowi. PDI-P, kata Adian kini fokus memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

Status Gibran sebagai kader PDI-P kini berada di tangan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Begitu juga dengan Jokowi.

"Tugas saya menggalang suara, menggalang kekuatan untuk memenangkan Ganjar. Bagaimana Gibran tidak saya pikirkan. Bagaimana Jokowi enggak saya pikirkan. Yang saya pikirkan adalah bagaimana menambah suara satu, satu, satu terus setiap hari untuk Ganjar,” kata Adian dalam keterangan tertulis, Rabu (25/10/2023).

Menurut Adian, hubungan Jokowi dengan PDI-P mulai tidak harmonis sejak permintaan tiga periode sebagai presiden ditolak oleh Megawati selaku pembuat keputusan di PDI-P. Hal itu karena permintaan Jokowi untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden menjadi tiga periode akan melanggar konstitusi.

"Nah, ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui,” kata Adian

Ia juga menegaskan bahwa PDI-P ingin menjaga konstitusi karena terkait dengan keselamatan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia.

“Kemudian, ada pihak yang marah ya terserah mereka. Yang jelas kita bertahan untuk menjaga konstitusi. Menjaga konstitusi adalah menjaga republik ini. Menjaga konstitusi adalah menjaga bangsa dan rakyat kita,” terang  Adian.

“Kalau ada yang marah karena kita menolak penambahan masa jabatan tiga periode atau perpanjangan, bukan karena apa-apa, itu urusan masing-masing. Tetapi memang untuk menjaga konstitusi. Sederhana aja,” tandasnya.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut