get app
inews
Aa Text
Read Next : Prioritaskan Meritokrasi, Danantara Harus Bebas dari Kepentingan Politik

Setara dengan Kementerian BUMN, Tetap Awasi Penempatan Profesional

Senin, 10 Februari 2025 | 10:06 WIB
header img
Danantara membutuhkan tim yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan keberpihakan pada kepentingan nasional. dok RCTI+

JAKARTA, iNewsTangsel.id - DPR tengah mempercepat pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui revisi Undang-Undang BUMN. Salah satu isu utama dalam pembahasan ini adalah profesionalisme dalam pengelolaan Danantara.

"Ke depan, BUMN sebagai jangkar Danantara akan menerapkan prinsip Business Judgment Rule (BJR) agar pengelolaannya lebih profesional," ujar anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, saat dikonfirmasi pada Minggu (2/2/2025).

Business Judgment Rule (BJR) adalah prinsip hukum yang memberikan perlindungan bagi direksi dan komisaris perusahaan dari tuntutan hukum atas keputusan bisnis yang mereka ambil. Prinsip ini berasal dari common law di Amerika Serikat dan bertujuan melindungi pengambil keputusan bisnis yang bertindak dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, serta berdasarkan pertimbangan yang rasional.

Prinsip BJR menjadi perlindungan bagi direksi selama keputusan yang diambil tidak mengandung unsur penipuan (fraud), konflik kepentingan (conflict of interest), tindakan melawan hukum (illegality), dan kelalaian berat (gross negligence). Di Indonesia, prinsip ini diatur dalam Pasal 97 ayat (2) dan (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

"Tidak ada kepentingan politik dalam pembahasan ini, karena yang dipertaruhkan adalah kepentingan besar negara ke depan," tegas Herman.

Ia menambahkan bahwa revisi Undang-Undang Danantara akan dilakukan secara cermat dan komprehensif. Menurutnya, revisi yang diinisiasi oleh DPR ini akan mengatur pembagian tugas dan kewenangan antara Danantara dan Kementerian BUMN.

"Posisinya akan setara, dan nantinya akan dibentuk holding investasi serta holding operasional," ujar Herman.

Selain itu, ia optimistis terhadap pembentukan Danantara dan meyakini bahwa institusi tersebut akan berkembang lebih besar dibandingkan super holding milik negara lain.

"Saya yakin Danantara akan lebih besar dari Temasek dan Khazanah jika dikelola dengan baik, terukur, dan akuntabel," pungkasnya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut