Ratusan Pesilat Geruduk Markas Polsek Serpong, Ada Apa?

Dijelaskan Joko, kesalahan informasi itu berawal saat terjadinya perselisihan internal keluarga besar etnis tertentu di wilayah Serpong. Entah mengapa, hal tersebut meluas seolah-olah keributan melibatkan anggota PSHT dan Kera Sakti.
"Jadi itu sebenarnya satu keluarga dari suatu daerah, tinggal di kontrakan yang sama. Mereka ribut gara-gara saudara perempuannya ikut latihan silat terus dijemput orang. Terus ditampar lah orang itu (yang jemput), keributan antar kelompok mereka saja sebenarnya," terangnya.
Keributan sempat diwarnai aksi pembakaran seunit sepeda motor. Selanjutnya kabar itu beredar dari grup ke grup seolah ada keterkaitan dua perguruan silat hingga menyulut solidaritas anggotanya masing-masing.
"Enggak ada keterkaitan dengan perguruan silat. Kita belum tahu kabar hoaks itu siapa yang nyebar?” ujarnya. Pihak kepolisian lantas memanggil dua pimpinan perguruan silat.
Mediasi pun berlangsung hingga akhirnya disimpulkan bahwa perselisihan itu rupanya hanya bersifat internal suatu keluarga dan tidak melibatkan perguruan silat.
"Kita mediasi semalam, dan nggak ada hubungan dengan perguruan silat. Sudah selesai, masing-masing pihak sudah menerima. Untuk sepeda motor yang dibakar juga sudah ada kesepakatan untuk ganti ruginya," tukas Joko.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta