get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban Tewas Gempa di Myanmar Mencapai 1.644 orang, Dompet Dhuafa Kirim Bantuan Kemanusiaan

Dilepas Menlu Sugiono, BAZNAS Kirim 16 Ribu Paket Bantuan untuk Myanmar

Kamis, 03 April 2025 | 21:40 WIB
header img
Pemerintah dan BAZNAS akan terus mengawal proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para penyintas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, melepas bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia, termasuk 16 ribu paket bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang beratnya mencapai 19,7 ton, setara dengan Rp2,5 miliar, untuk para penyintas bencana gempa bumi di Myanmar. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (3/4/2025).

"Pada pagi hari ini, kita akan melepas bantuan kemanusiaan ke Myanmar sesuai dengan arahan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto," ujar Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Sugiono.

Acara pelepasan bantuan ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI. Dalam kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Pratikno, juga turut mengawal pengiriman bantuan ke Myanmar.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa selain dari BAZNAS, Pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pertanian RI, serta lembaga resmi lainnya untuk mengirimkan bantuan.

"Total bantuan yang dikirimkan mencapai 124 ton atau setara dengan USD1,2 juta, yang jika dikonversikan ke dalam rupiah berdasarkan nilai tukar saat ini, setara dengan sekitar Rp19,8 miliar," jelas Menlu Sugiono.

Dari jumlah tersebut, BAZNAS berkontribusi dengan mengirimkan 16 ribu paket bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari 100 unit genset, 50 unit tenda, 10.000 sarung, 1.000 paket hygiene kit khusus untuk wanita dan anak-anak, 5.000 selimut, 50 unit terpal, serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak gempa di Myanmar.

Menlu Sugiono menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat dari Kementerian Luar Negeri seluruh ASEAN, bantuan yang saat ini sangat dibutuhkan adalah tempat penampungan sementara (shelter), alat kesehatan, dan obat-obatan.

Lebih lanjut, Menlu Sugiono juga mengungkapkan bahwa situasi keamanan dan politik di Myanmar masih belum kondusif. Hingga saat ini, jumlah korban dan tingkat kerusakan akibat gempa terus bertambah.

“Berdasarkan data yang kami miliki, hingga hari ini terdapat 2.886 korban jiwa dan 4.636 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Sugiono.

Ia juga memastikan bahwa berdasarkan pemantauan dan laporan dari KBRI di Myanmar, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban dari warga negara Indonesia.

Menlu Sugiono mengatakan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Myanmar. "Kami berharap bantuan yang dikirimkan ini, termasuk obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok, dapat meringankan penderitaan masyarakat Myanmar yang terdampak gempa," ujar Menlu.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung upaya kemanusiaan global.

“Kami memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan penyintas di Myanmar. Selain bantuan logistik, kami juga mengirimkan tim medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang terdiri dari lima orang, serta Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) sebanyak lima orang yang akan membantu dalam penanganan korban gempa di lapangan,” ujar Kiai Noor.

Kiai Noor juga menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun internasional.

Kiai Noor berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Myanmar serta memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat.

"Pemerintah dan BAZNAS akan terus mengawal proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para penyintas," ujarnya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut