Pemulihan Radioaktif, Lapak Besi Bakal Ditanam Bunga Matahari
SERANG, iNewsTangsel.id - Upaya dekontaminasi atau proses penetralan terhadap cemaran radioaktif Cesium-137 yang dilakukan tim gabungan ditemukan di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, menunjukkan hasil yang signifikan. Dipastikan area lapak A, sebuah tempat rongsokan yang sebelumnya terpapar radioaktif, kini dalam kondisi aman.
“Kami mendorong masyarakat bisa menanam bunga matahari di area terdampak cemaran sebagai upaya pengurangan paparan radiasi,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofik.
Menurut dia, para ahli menyarankan untuk menanam bunga matahari karena dipercaya mampu menyerap dan mereduksi paparan radiasi dari radionuklida. Saran itu bukan hanya solusi teknis, tetapi juga memberi simbol baru bagi warga sekitar.
“Dari tempat yang sebelumnya mencekam karena isu radioaktif, kini masyarakat membayangkan hamparan bunga yang bisa menjadi penanda pemulihan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Pusat Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maman Kartaman, menambahkan, setelah tim gabungan berhasil menurunkan paparan radiasi radioaktif di area tersebut dari 1.200 mikrosievert per jam menjadi hanya sekitar 0,5 mikrosievert.
“Kini, pemerintah mendorong langkah unik untuk menanami lahan itu dengan bunga berwarna kuning cerah yang identik dengan keceriaan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, area yang paling parah terkontaminasi, di pojok kiri belakang lapak. Tepatnya, ditumpukan logam bekas peleburan. Kini, area tersebut sudah aman. Paparan turun menurun. Pengukuran ulang dilakukan pada setiap tahap untuk memastikan prosedur sesuai standar keselamatan.
“Material sisa peleburan yang terkontaminasi telah diangkut ke PT Peter Metal Technology (PMT) di kawasan industri sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum ditindaklanjuti lebih jauh,” paparnya.
Secara terpisah, salah seorang warga setempat, Rahmat (62), mulai optimis mendengar area yang terkontaminasi cemaran radioaktif sudah aman.
“Kalau nanti benar ditanami bunga matahari, tempat ini bisa jadi lebih indah, tidak lagi menakutkan,” katanya.
Editor : Elva Setyaningrum