get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Kooperatif, Satpol PP Tangsel Bakal Sanksi Pabrik Batching Plant di Ciater Serpong

Oknum TNI Penganiaya Driver Taksi Online di Tangsel Berakhir di Tangan Denpom!

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:43 WIB
header img
Tangkapan layar video viral oknum TNI aniaya supir taksi online. (Foto: ist)

SETU, iNewsTangsel - Aksi koboi seorang pria yang mengaku sebagai aparat berakhir tragis di jeruji besi setelah nekat menganiaya pengemudi taksi online di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan. Terduga pelaku yang sempat terekam kamera warga saat melakukan kekerasan tersebut kini telah diringkus dan diserahkan ke Denpom Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menerima laporan resmi terkait insiden berdarah yang terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, dan langsung bergerak cepat mengidentifikasi pelaku. "Dari laporan tersebut kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban maupun pelapor," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, Selasa (3/3/2026).

Insiden memilukan ini dipicu oleh perselisihan di jalan raya setelah kendaraan kedua belah pihak terlibat senggolan ringan di kawasan Kecamatan Setu. Cekcok mulut yang tidak terkendali tersebut berubah menjadi aksi anarkis ketika pelaku mulai melakukan tindakan kekerasan fisik secara membabi buta terhadap korban.

Video penganiayaan tersebut sempat menggemparkan jagat media sosial setelah memperlihatkan kondisi tangan korban yang diborgol saat menerima pukulan. Dalam rekaman yang viral di akun @daschamindonesia, pelaku terlihat sangat emosional bahkan sampai membanting tubuh sopir taksi online tersebut ke aspal jalanan.

Penyidik Polres Tangsel saat ini terus mendalami berbagai rekaman video dan barang bukti di lapangan guna memperkuat berkas perkara kasus penganiayaan ini. "Terduga pelaku sudah kami serahkan ke satuan samping (Denpom Jaya) untuk proses lebih lanjut," tegas AKP Wira Graha Setiawan saat memberikan keterangan pers.

Proses pelimpahan ke Denpom Jaya dilakukan karena terduga pelaku merupakan oknum anggota militer sehingga pemeriksaan harus mengikuti prosedur hukum pidana militer. Kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini agar korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya atas tindakan kekerasan yang ia alami di ruang publik.

Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak memberikan spekulasi yang dapat memperkeruh suasana keamanan. "Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, mohon masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan," imbuh AKP Wira. 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut