Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Makanan Program MBG Harus Aman, SPPG Tangerang Diawasi
Advertisement . Scroll to see content

Banten Perkuat Keamanan dan Kesehatan Pangan Lewat Bimtek Penjamah Pangan BGN

Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:49 WIB
  • author Ire Djafar
Banten Perkuat Keamanan dan Kesehatan Pangan Lewat Bimtek Penjamah Pangan BGN
Keamanan pangan dimulai dari tangan-tangan penjamah pangan yang kompeten. Foto ist

BANTEN, iNewsTangsel.id - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Penyedia dan Penyaluran Wilayah II menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Pangan di Hotel Aston Serang, Kota Serang, Banten, pada 11–12 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas tenaga gizi, pengelola dapur pelayanan, dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bimtek tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan serentak di 12 kabupaten/kota, dengan total 10.000 peserta dari berbagai daerah. Program ini menjadi langkah strategis BGN dalam memperkuat kapasitas tenaga pelaksana gizi dan memastikan setiap proses penyediaan pangan berjalan aman serta sesuai standar nasional. “Keamanan pangan dimulai dari tangan-tangan penjamah pangan yang kompeten. Melalui kegiatan ini, BGN memastikan seluruh pelaksana SPPG memahami prinsip higienitas, sanitasi, dan pengendalian risiko pangan,” ujar Dr. Nurjaeni, Ph.D., Direktur Penyedia dan Penyaluran Wilayah II BGN, Rabu (15/10/2025).

Pelatihan ini menekankan lima fokus utama, mulai dari sanitasi dapur dan penjamah makanan, pencegahan kontaminasi silang, hingga pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Setiap peserta juga mendapat sertifikat kompetensi penjamah pangan sebagai bukti kelayakan dalam menjaga mutu dan keamanan pangan di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BGN memperkuat sistem keamanan pangan nasional dari tingkat daerah. Melalui sertifikasi ribuan penjamah pangan, diharapkan dapat tercipta budaya kerja yang higienis, aman, dan mengurangi risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di masyarakat. “Kita ingin memastikan layanan gizi masyarakat tidak hanya bergizi, tapi juga aman dan terpercaya,” tegas Nurjaeni.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut