Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Banten Perkuat Industri Aluminium dengan Fasilitas CTP Binder Pertama di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Banten Operasikan Fasilitas Bahan Baku Aluminium, Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:29 WIB
  • author Aries
Banten Operasikan Fasilitas Bahan Baku Aluminium, Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
Banten resmi mengoperasikan fasilitas bahan baku aluminium pertama di Indonesia guna memperkuat rantai pasok manufaktur dan mengurangi ketergantungan. [Foto: ist]

CILEGON, iNewsTangsel - Langkah nyata dalam memperkuat kemandirian sektor manufaktur kembali diwujudkan melalui penguatan ekosistem industri strategis di kawasan Cilegon, Banten. Sektor industri aluminium nasional kini memiliki pijakan baru yang lebih kokoh untuk memenuhi kebutuhan material krusial di dalam negeri.

Kehadiran fasilitas produksi Coal Tar Pitch (CTP) Binder pertama di tanah air ini diproyeksikan mampu menghasilkan puluhan ribu ton material utama serta minyak kreasot setiap tahunnya. Kehadiran sarana ini menjadi momentum penting dalam menekan ketergantungan sektor peleburan logam terhadap pasokan dari luar negeri.

Integrasi rantai pasok domestik ini memanfaatkan pengolahan Soft Pitch dari produsen hulu lokal untuk diolah menjadi material pengikat bernilai tinggi. Sinergi antarwilayah industri tersebut berhasil menciptakan alur produksi dari hulu ke hilir yang jauh lebih efisien dan terintegrasi.

Material CTP Binder sendiri memegang peranan sangat krusial sebagai bahan baku pembuatan carbon anode pada proses peleburan aluminium. Ketersediaan material ini secara stabil akan menjaga efisiensi operasional serta meningkatkan standar kualitas hasil produksi logam nasional.

Produksi domestik yang saat ini dikelola PT Dongsuh Chemical Cilegon (DCC) di Cilegon, Banten ini menandai era baru dalam penguatan daya saing manufaktur Indonesia. Agenda hilirisasi yang selama ini dicanangkan pemerintah kini memiliki penopang pasokan bahan baku yang lebih tangguh dan mandiri.

Penguatan sektor ini dipandang sebagai titik balik penting dalam membangun ketahanan industri nasional jangka panjang. "Peresmian ini bukan sekadar penyelesaian pembangunan sebuah fasilitas produksi, melainkan menjadi titik awal dalam membangun rantai pasok material utama yang mampu mendukung pertumbuhan industri aluminium Indonesia," ujar Mr. Jang Yeol Jeon selaku Chairman Dongsuh Chemical Group, dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Melalui sistem operasional yang andal, keberadaan fasilitas modern ini diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar global. Ekosistem kimia dan material strategis yang terbangun juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di wilayah sekitar.

Pengembangan material strategis ini ke depan akan diarahkan pada inovasi produk bernilai tinggi seperti biocoke hingga bahan baku baterai. Langkah transformasi berkelanjutan ini menjadi kunci utama dalam mendorong industri manufaktur nasional menuju era yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.

Editor: Aris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut