Pemerintah Pulihkan Layanan Diabetes Pascabencana Sumatra lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Secara keseluruhan, program ini ditujukan untuk menjangkau sekitar 500 pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 di kabupaten dan kota terdampak di tiga provinsi di Sumatra. Dari sisi pasien anak, Project Lead Changing Diabetes in Children (CDiC), Prof. Aman Bhakti Pulungan, menegaskan bahwa insulin merupakan kebutuhan vital bagi anak dan remaja dengan diabetes tipe 1. “Terputusnya akses insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat membahayakan nyawa. Di wilayah terdampak bencana, lebih dari 50 anak dengan diabetes tipe 1 menghadapi tantangan serius dalam mengakses terapi,” jelasnya.
Ketua PB PERSADIA, Heri Nugroho, menambahkan bahwa pasien diabetes termasuk kelompok paling rentan saat bencana karena ketergantungan pada obat yang harus dikonsumsi secara rutin. “Kerusakan fasilitas kesehatan dan terputusnya jalur distribusi obat memperbesar risiko terhentinya terapi insulin,” ujarnya.
Melalui kerja sama lintas sektor ini, pemerintah dan para mitra berharap distribusi insulin dapat membantu pemulihan layanan kesehatan pascabencana serta memastikan pasien diabetes tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Editor : Hasiholan Siahaan