get app
inews
Aa Text
Read Next : Krisis Sampah Kota Tangsel! 200 Ton per Hari Dibuang ke Cileungsi

Olah Sampah Sendiri, Warga Serua Sulap Tong Bekas Jadi Komposter

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:20 WIB
header img
Warga sedang mengubah tong bekas penampungan air jadi komposter pengolah sampah. Foto Ist

TANGERANG SELATAN, iNewsTangsel.id - Darurat sampah yang melanda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak hanya memunculkan keluhan, tetapi juga menggugah kesadaran sebagian warga untuk bergerak dari lingkungan terdekat.

Di Perumahan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, warga memilih mengelola sampah secara mandiri.

Warga memanfaatkan tong bekas penampung air menjadi komposter sederhana untuk mengurai sampah organik rumah tangga. Inisiatif ini lahir dari kegelisahan bersama karena persoalan sampah yang kian terasa di Kota Tangsel. 

“Kami pun memilih membangun sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Alat sederhana itu kini menjadi tempat penguraian sisa makanan, daun, dan limbah dapur warga. Semuanya diolah agar tak lagi berakhir di tempat pembuangan,” kata salah satu penggerak, Hohan Barazing, Rabu (7/1/2026).

Dia menjelaskan, untuk pengelolaan sampah mandiri ini dilakukan di tiga RW dengan total 26 RT. Proses pembuatan komposter dilakukan secara gotong royong, menggunakan peralatan sederhana dan biaya swadaya. 

“Setiap unit komposter dibuat dengan anggaran sekitar Rp450 ribu, dan pada tahap awal warga menargetkan pembuatan 40 unit,” terangnya. 

Tak hanya komposter, lanjut dia, warga juga mulai menerapkan metode lain, seperti pembuatan lubang biopori serta merencanakan pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah non-organik. 

“Semua langkah itu diarahkan pada satu tujuan untuk mengurangi sampah dari sumbernya,” tegas Hohan. 

Menurutnya, hasil dari pengolahan sampah organik ini nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos dan pupuk cair untuk menyuburkan tanaman di lingkungan perumahan. Kini, bagi warga sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa diolah dan dimanfaatkan.

“Lebih dari sekadar solusi teknis, gerakan ini juga menjadi upaya membangun budaya sadar kebersihan di tengah masyarakat. Warga bersepakat menyusun aturan bersama di tingkat RT dan RW agar pengelolaan sampah dapat berjalan berkelanjutan,” ucapnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut