get app
inews
Aa Text
Read Next : Pohon Raksasa di Ciputat Tangsel Tumbang Timpa Mobil Usai Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Raditya Dika Ungkap Investasi Bukan Mesin Kaya Instan Bareng Timothy Ronald

Senin, 12 Januari 2026 | 07:37 WIB
header img
Raditya Dika dalam siniar bersama edukator keuangan Timothy Ronald. Foto Ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Investasi bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Pandangan tersebut dikatakan penulis sekaligus komika Raditya Dika dalam siniar bersama edukator keuangan Timothy Ronald yang tayang pada Kamis (8/1/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Raditya Dika atau yang akrab disapa Radit membagikan pengalamannya membangun kesadaran finansial sejak usia muda. 

“Saya mulai mempelajari cara kerja uang dan investasi sejak duduk di bangku kuliah, tepatnya pada usia 21 tahun, jauh sebelum merilis buku pertamanya,” ungkapnya. 

Menurut Radit, kekayaan sejatinya berasal dari pekerjaan dan proses menciptakan nilai. Sementara, investasi berperan sebagai alat pendukung untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun.

“Kalau buat saya, kaya itu dari pekerjaan, dari value creation. Investasi itu membantu tujuan keuangan, bukan sumber utama kekayaan. Jadi, investasi adalah  buah dari perencanaan keuangan jangka panjang, disiplin bekerja, dan pengelolaan penghasilan yang konsisten,” terangnya. 

Dia menjelaskan, kesadaran itu muncul dari kekhawatiran akan ketidakpastian pendapatan di dunia seni. Kondisi itu mendorong ia untuk menyiapkan masa depan keuangan lebih awal. 

“Semua itu termasuk dengan membangun dana pensiun melalui investasi berisiko tinggi yang disesuaikan dengan profil dan usianya saat itu,” tegas Radit. 

Meski tidak membeberkan nilai dana pensiunnya, Radit mengungkapkan, portofolio investasinya didominasi aset berisiko tinggi, terutama saham. 

“Saya jugq telah melakukan diversifikasi, termasuk ke luar negeri, setelah sebelumnya berfokus penuh pada ekuitas domestik,” imbuhnya. 

Dia mengungkapkan, strategi investasinya yang tidak terpaku pada satu pendekatan. Ia mengombinasikan investasi saham, reksa dana indeks, hingga diversifikasi ke pasar luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

“Ekspektasi berlebihan terhadap imbal hasil investasi kerap menjadi sumber kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Pola pikir ingin cepat kaya, justru dapat mendorong pengambilan keputusan yang tidak rasional,” imbuhnya. 

Selain itu, Radit menekankan pentingnya meningkatkan pendapatan sebagai fondasi utama kebebasan finansial. Ia menyarankan agar anak muda fokus memperluas sumber penghasilan sebelum terlalu agresif berinvestasi.

“Yang paling penting itu memperbesar revenue stream. Kalau penghasilan naik, investment rate juga bisa lebih tinggi,” katanya.

Tak hanya soal investasi, Radit juga menyinggung pentingnya keselarasan pandangan finansial dalam kehidupan berkeluarga. Ia dan sang istri, Anissa Aziza, mengaku memiliki kebiasaan finansial yang berbeda. 

“Tapi kami memilih berkompromi dalam menentukan prioritas pengeluaran. Sehingga kesetaraan finansial dalam hubungan bukan berarti memiliki pola belanja yang sama, melainkan kesadaran bersama dalam mengelola uang secara bijak demi tujuan jangka panjang,” tutup Radit. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut