One Day One Khatam Al Quran, Cara Napi Rutan Tangerang Isi Ramadan
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Di balik tembok tinggi dan pintu besi, para narapidana mengisi hari-hari dengan kegiatan religius untuk memperkuat mental dan spiritual. Salah satunya, program One Day One Khatam Al Quran yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa.
“Selain itu, ada juga program One Day One Juz pada pagi hari dan One Day One Hadits pada siang hari. Semua program itu dipusatkan di Masjid Baitussalam yang berada di dalam kompleks rutan,” kata Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, Rabu (4/3/2026).
Dia menjelaskan, Ramadan membawa kehangatan tersendiri dengan pelaksanaan program keagamaan tersebut diawali dengan asesmen terhadap 1.128 warga binaan guna memetakan kemampuan membaca Al-Quran.
“Dari hasil asesmen itu kami pilah, siapa yang bisa ikut kegiatan tertentu,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, setiap warga binaan membaca satu juz Al-Quran. Dengan sistem tersebut, dalam satu hari bacaan dapat diselesaikan hingga khatam 30 juz secara bersama-sama.
“Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan karakter warga binaan, yang berasal dari berbagai latar belakang perkara, mulai dari narkotika hingga tindak pidana umum,” paparnya.
Selain kegiatan membaca Al-Quran, pihak rutan juga menyeleksi warga binaan yang memiliki kemampuan berceramah untuk dilatih lebih lanjut.
“Harapannya, saat bebas nanti mereka memiliki bekal keterampilan dan nilai spiritual yang lebih kuat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan, Asep mengaku kegiatan tersebut memberinya ruang untuk refleksi diri dan memperbaiki hubungan spiritualnya dengan Tuhan.
“Alhamdulillah selama bulan puasa ini saya sudah tiga kali khatam Al-Quran,” ujarnya.
Asep yang tengah menjalani masa hukuman kasus penipuan mengatakan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri.
“Saya berharap semoga dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik dan wajar,” ucapnya.
Editor : Elva Setyaningrum