Warga Badak Anom, Kini Bisa Melangkah Tanpa Lumpur
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Kini langkah kaki warga Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, sudah terbebas dari lumpur. Tidak ada lagi sepatu yang ditenteng di tangan dan anak-anak berjalan jinjit untuk menghindari genangan. Karena jalan yang selama hampir 20 tahun hanya berupa tanah merah, kini telah rampung dibeton.
Salah seorang warga, Sarwan mengatakan, perubahan ini terasa seperti mimpi. Karena selama hampir puluhan tahun jalan poros Sindang Asih–Badak Anom hanya berupa tanah merah. Sehingga kerap menyulitkan warga.
“Saat hujan turun, memaksa kami pejalan kaki berjalan perlahan agar tak terpeleset. Bahkan, anak-anak yang sekolah sampai lepas sepatu. Ketika kemarau, debu beterbangan dan menempel di baju,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut sempat memunculkan aksi protes yang tak biasa. Ada warga menanam padi di tengah badan jalan, sebagai simbol tentang harapan yang lama terpendam.
“Aksi itu sempat viral di media sosial, karena menggambarkan betapa warga sudah lelah menunggu perbaikan yang tak kunjung datang,” ulas Sarwan.
Kini, lanjut dia, harapan itu menjadi nyata. Pemerintah Provinsi Banten melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) membangun jalan beton sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter.
“Jalan yang resmi dibuka untuk umum pada Senin kemarin ini kembali menjadi nadi penghubung desa menuju wilayah Pasar Kemis, tanpa lumpur dan tanpa kubangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, perbaikan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Karena jalan ini melewati sekolah, sekarang anak-anak tidak perlu lagi melepas sepatu saat berangkat ke sekolah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter ini dibangun melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
“Pembangunan jalan senilai Rp6,1 miliar ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah daerah setempat,” terang Andra.
Editor : Elva Setyaningrum