get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasi Gakkumdu di Tangsel Bukan Solusi, Muhammadiyah: Pemkot Terapkan Standar Ganda

Fakta Ngeri Guru SD di Tangsel Cabuli 16 Siswa Laki-laki: Korban Sekelas Hingga Uang Jajan Rp5 Ribu!

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:04 WIB
header img
Sebanyak 13 murid laki-laki di SDN 01 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, diduga menjadi korban aksi bejat sang pendidik. (Foto ilustrasi: ist)

TANGSEL, iNewsTangsel - Kasus memilukan yang melibatkan oknum guru berinisial YP (54) di sebuah SDN di Serpong, Tangerang Selatan, memasuki babak baru yang semakin mengerikan. Kelakuan bejat sang pendidik yang tega mencabuli belasan anak didiknya sendiri telah membuat publik serta orang tua murid geram.

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan menangkap pelaku di kediamannya wilayah Ciputat setelah menerima laporan resmi dari para orang tua korban. Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan secara berkala setelah pemeriksaan intensif dimulai sejak Senin malam.

Fakta mengejutkan terungkap bahwa korban pencabulan tersebut ternyata berada dalam satu lingkaran kelas yang sama di sekolah tersebut. "Kemarin yang datang orang tua ada 13 orang, namun dari hasil pemeriksaan kami mengidentifikasi terdapat 16 korban lainnya," ungkap AKP Wira, pada Selasa (20/1/2026).

Meskipun secara fisik terlihat sehat, kondisi psikis para korban yang rata-rata berusia 10 hingga 11 tahun dilaporkan mengalami gangguan serius. Saat ini, seluruh korban tengah menjalani proses visum di RSUD Pamulang serta mendapatkan pendampingan psikologis intensif dari pihak UPTD PPA Tangsel.

Penyelidikan mendalam menemukan fakta bahwa aksi predator seksual ini diduga sudah berlangsung sangat lama sejak tahun 2023 hingga Januari 2026. Pelaku melancarkan aksinya di lingkungan sekolah dengan menyasar siswa laki-laki di bawah umur yang berada di bawah pengawasannya.

Modus yang digunakan pelaku adalah memberikan imbalan uang jajan setelah dirinya melakukan tindakan asusila terhadap anak-anak malang tersebut. "Setelah melakukan pelecehan, dia memberikan uang untuk jajan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 kepada para korban," jelas AKP Wira dalam keterangannya.

Kepolisian juga mengambil langkah tegas dengan menyita akun media sosial milik YP karena ditemukan banyak unggahan foto anak-anak di dalamnya. Penyitaan telepon genggam juga dilakukan untuk uji laboratorium forensik guna memastikan apakah ada konten ilegal atau korban lain yang belum teridentifikasi.

Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas demi keadilan anak-anak. Kolaborasi lintas instansi seperti KPAI dan Kementerian PPA telah dibentuk guna memberikan perlindungan maksimal serta memulihkan trauma mendalam para korban.

Polisi membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat atau orang tua lain jika merasa anaknya menjadi korban tambahan dari aksi bejat oknum guru ini. 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut