Sendi Sering Nyut-nyutan Jangan Anggap Remeh, Periksa Dini Asam Urat Sebelum Fatal
JAKARTA, iNewsTangsel - Rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi pemicu utama seringnya penyakit asam urat terlambat mendapatkan penanganan medis. Banyak orang cenderung mengabaikan gejala awal karena rasa nyeri yang muncul biasanya terjadi secara bertahap dan dianggap sebagai kelelahan biasa.
Kondisi ini sebenarnya sangat berbahaya karena tanpa penanganan tepat, tumpukan kristal asam urat dapat menyebabkan nyeri sendi hebat yang melumpuhkan produktivitas. Setelah serangan nyeri mereda, ketidaknyamanan biasanya tetap menetap selama beberapa minggu dan berisiko menyerang lebih banyak sendi di masa depan.
Ciri khas yang harus diwaspadai adalah ketika sendi mulai membengkak, terasa hangat saat disentuh, serta berubah warna menjadi kemerahan. Jika terus dibiarkan tanpa pengobatan, penderita terancam kehilangan rentang gerak normal dan tidak mampu lagi menggerakkan anggota tubuh secara bebas.
Menurut ahli kesehatan, dr. Dedy Pranoto dari RAHO club, mengatur pola makan rendah purin serta rutin berolahraga merupakan langkah preventif paling ampuh bagi kelompok usia dewasa.
"Hindari konsumsi jeroan, daging merah, serta seafood tertentu agar kadar asam urat dalam darah tetap terkontrol," tegas Dedy dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Dedy menyarankan agar masyarakat memperbanyak konsumsi buah-buahan seperti ceri dan jeruk serta menjaga kecukupan air putih untuk membilas zat sisa dalam tubuh. Hindari pula minuman beralkohol dan cairan tinggi gula yang dapat memperburuk peradangan pada area sendi yang sudah sensitif.
Kegiatan edukasi dan cek kesehatan massal yang diinisiasi oleh Holywings Peduli di Kota Malang menjadi bukti nyata upaya peningkatan literasi kesehatan warga. Peserta di Kelurahan Purwantoro mendapatkan akses gratis untuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga tes laboratorium darah lengkap.
Seorang warga bernama Rudi (45) mengaku merasa sangat terbantu karena akhirnya mengetahui penyebab nyeri sendi yang selama ini sering menghantuinya. “Setelah ikut cek kesehatan di sini, saya jadi lebih paham kondisi tubuh dan tahu apa yang harus dijaga,” ungkap Rudi secara jujur.
Kegiatan edukasi dan skrining kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, khususnya terkait asam urat yang sering dianggap sepele,” tutur Ketua Program Holywings Peduli, Andrew Susanto.
Melalui gerakan ini, diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat untuk lebih proaktif melakukan skrining kesehatan dasar secara berkala. Kesadaran untuk mendeteksi dini adalah kunci utama agar masa tua dapat dinikmati tanpa hambatan nyeri sendi yang menyiksa.
Editor : Aris