Pameran Perhiasan 2026 Dorong Literasi Investasi Emas dan Serap Tenaga Kerja
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, Jeffrey Thumewa, menegaskan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang dinilai paling stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada volatilitas pasar dan daya beli masyarakat.
Dalam keterangannya usai pembukaan pameran perhiasan 2026, Jeffrey menyebut karakter emas yang cenderung mempertahankan nilai membuatnya tetap diminati masyarakat. “Investasi emas tetap lebih bagus. Karena kadang kala, kalau kita beli barang lain tidak bisa seperti emas yang situasinya bisa naik,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan, tren harga emas menunjukkan kecenderungan menguat seiring meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak menggerus minat masyarakat terhadap perhiasan, yang justru tetap menunjukkan permintaan stabil.
Dari sisi industri, asosiasi terus mendorong produktivitas pengrajin melalui penyelenggaraan pameran sebagai ruang promosi dan inovasi desain.
“Dengan adanya pameran ini, merangsang pengrajin untuk mendesain lebih banyak lagi. Pameran juga menjadi referensi tren bagi kolektor dan pecinta perhiasan,” kata Jeffrey.
Tahun 2026 diperkirakan menghadirkan tren desain perhiasan berukuran besar namun ringan dan terjangkau, menciptakan kesan mewah tanpa beban harga tinggi. Sejumlah pameran akan digelar sepanjang tahun di Jakarta, Bandung, dan Surabaya sebagai upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat ekosistem industri.
Asosiasi menilai rangkaian pameran tidak hanya membuka peluang transaksi, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai emas sebagai aset lindung nilai jangka panjang.
Editor : Hasiholan Siahaan