Teknologi Bukan Kunci Utama Digitalisasi, Praktisi HR Bongkar Rahasia Sukses Perusahaan
JAKARTA, iNewsTangsel - Percepatan transformasi digital saat ini menuntut organisasi untuk bergerak lebih adaptif, di mana peran Human Resources (HR) menjadi penentu utama arah perubahan masa depan. Keberhasilan sebuah transisi teknologi kini tidak lagi hanya bergantung pada kecanggihan sistem yang diadopsi, melainkan pada kesiapan talenta dan kekuatan budaya kerja.
Menjawab tantangan tersebut, Talentlytica menghadirkan forum eksklusif bertajuk Diorama sebagai ruang diskusi terbuka bagi para praktisi HR dari berbagai lintas industri. Berbeda dari seminar formal, ajang ini dirancang sebagai ruang refleksi untuk berbagi pengalaman nyata mengenai dinamika pengelolaan manusia di era data-driven.
Chief of Customer Success Talentlytica, Ahmad Fachrur Rivai, menyoroti fenomena banyak organisasi yang masih terjebak pada fokus investasi teknologi semata tanpa penguatan SDM. “Transformasi hanya akan berjalan efektif jika manusianya siap berubah dan dipimpin dengan pendekatan yang tepat,” ujar pria yang akrab disapa Alul tersebut, dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Alul, HR memiliki peran krusial dalam mengidentifikasi talenta yang memiliki learning agility tinggi guna memastikan perubahan perusahaan bisa dieksekusi secara berkelanjutan. Langkah ini mencakup penguatan sistem evaluasi berbasis perilaku serta mendorong program reskilling yang relevan dengan tuntutan pasar yang terus berubah.
Diskusi dalam forum ini juga mengalir pada isu penting mengenai pembangunan kultur kolaboratif lintas generasi yang harmonis di dalam lingkungan kerja. Para praktisi sepakat bahwa mencetak pemimpin tangguh di tengah arus digitalisasi memerlukan keseimbangan antara kemampuan teknis dan empati kepemimpinan.
Apresiasi terhadap forum ini pun datang dari peserta, salah satunya Bintang Nur Rahmansyah selaku HCBP PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). “Ini pertama kalinya kami ikut dan acaranya sangat insightful karena kami bisa belajar dari teman-teman HR dengan latar bisnis yang berbeda,” tuturnya.
Melalui inisiatif Diorama, Talentlytica berupaya memfasilitasi kolaborasi antar-praktisi untuk bertukar perspektif dalam mengelola tantangan talenta yang semakin kompleks. Komitmen ini mempertegas posisi perusahaan sebagai mitra strategis dalam membantu organisasi membangun kepemimpinan yang adaptif di tengah arus perubahan zaman.
Harapannya, forum refleksi seperti ini dapat membuka mata para petinggi perusahaan bahwa investasi pada manusia adalah investasi jangka panjang yang paling menguntungkan. Dengan SDM yang siap, teknologi secanggih apa pun akan menjadi alat yang ampuh untuk membawa organisasi mencapai puncak kesuksesan yang baru.
Editor : Aris