get app
inews
Aa Text
Read Next : Paparan Polusi dan UV Picu Penuaan Dini, Pakar Soroti Pentingnya Antioksidan

Tak Lagi Soal Putih, Kini Kesehatan Kulit Lebih Diutamakan

Rabu, 25 Februari 2026 | 20:53 WIB
header img
Seorang model menampilkan konsep kecantikan modern yang mengarah pada kulit sehat, terawat, dan bercahaya. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Persepsi tentang kecantikan terus mengalami perubahan. Jika dahulu kulit putih kerap dianggap sebagai tolok ukur utama, kini masyarakat mulai memaknai kecantikan secara lebih luas. Di era personal branding dan ekonomi digital yang serba visual, kesehatan dan kualitas kulit justru menjadi perhatian utama.

“Kulit yang sehat, terawat, dan bercahaya akan lebih merepresentasikan kepercayaan diri serta kesiapan seseorang dalam menjalani aktivitas profesional,” kata Founder dan Medical Director SAE Clinique, dr. Sebastian, Rabu (25/2/2026). 

Menurut dia, kini konsep kecantikan modern mengarah pada kondisi kulit yang dikenal sebagai glowing bright healthy skin. Artinya, kulit tidak hanya tampak cerah, tetapi juga memiliki tekstur halus, warna merata, hidrasi optimal, dan minim inflamasi.

“Konsep ini berbeda dari tren lama yang berfokus pada hasil instan. Kulit cerah yang sehat lahir dari kondisi lapisan kulit yang kuat dan seimbang, bukan dari proses yang merusak skin barrier,” ujarnya. 

Namun, lanjut dia, untuk menjaga kesehatan kulit di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Paparan sinar matahari tropis yang tinggi, polusi udara, stres, kurang tidur, serta intensitas penggunaan gawai berkontribusi terhadap munculnya kulit kusam

“Kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh penggelapan warna kulit, tetapi juga penumpukan melanin, tekstur tidak merata, dehidrasi, hingga peradangan ringan yang sering kali tak disadari,” imbuh dr. Sebastian. 

Dia menegaskan, kondisi lingkungan Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri. Paparan sinar matahari tropis yang intens, polusi udara, stres, kurang tidur, serta paparan layar digital dalam waktu lama dapat memicu berbagai permasalahan kulit.

“Dalam jangka panjang, faktor-faktor ini dapat mengganggu lapisan pelindung kulit dan menurunkan kualitasnya. Kulit kusam merupakan persoalan yang kompleks dan bersifat multifaktorial, sehingga membutuhkan pendekatan komprehensif,” terangnya. 

Dia mengungkapkan, masalah tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan perawatan permukaan. Penanganan perlu menyasar akar persoalan, mulai dari pigmentasi, perbaikan tekstur, hingga pengendalian inflamasi. 

“Menjawab kebutuhan tersebut, kami memperkenalkan sistem perawatan bernama ThreeLumine yang dirancang untuk menangani tiga faktor utama penyebab kulit kusam, yaitu akumulasi melanin dan bulu halus, tekstur kulit tidak merata, serta inflamasi dan dehidrasi,” paparnya. 

Dia menjelaskan, sistem itu terdiri dari tiga tahapan, yakni prosedur berbasis laser untuk membantu menyamarkan hiperpigmentasi, teknologi stimulasi kolagen untuk memperbaiki tekstur kulit, serta tahap hidrasi intensif guna menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. 

“Pendekatan bertahap ini menegaskan hasil cerah yang sehat membutuhkan strategi menyeluruh dan konsistensi,” ucapnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut