get app
inews
Aa Text
Read Next : Cegah Kebakaran Berulang, Pengelolaan TPA Jatiwaringin Terapkan Teknologi

Targetkan Pasar Manufaktur Global, Emiten Teknologi Sulap Sampah Plastik dengan Mesin Otomatis

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:38 WIB
header img
Emiten lokal pacu pertumbuhan ekonomi hijau dengan memanfaatkan limbah plastik. (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsTangsel - Tren pemanfaatan komoditas ramah lingkungan kini tidak lagi sekadar menjadi aksi sosial melainkan telah menjelma sebagai ceruk bisnis baru yang sangat menjanjikan bagi korporasi besar. Sebuah emiten teknologi dalam negeri secara agresif mulai mengintegrasikan sistem digital canggih untuk mengunci nilai ekonomi dari tumpukan limbah komersial.

Langkah ini diwujudkan melalui pengolahan material polimer bekas pakai menjadi serpihan bahan baku berkualitas tinggi yang siap diserap oleh pasar manufaktur global. Pembangunan berkelanjutan melalui Blue Phoenix ini dijalankan melalui PT Qorser Teknologi dan berfokus pada perdagangan material daur ulang berupa PET flakes yang digunakan sebagai bahan baku berbagai industri.

Melalui lini usaha terbarunya, perseroan membuktikan bahwa siklus perputaran kas di sektor pemulihan lingkungan ini dapat berjalan dengan sangat cepat dan efisien.

"WGSH percaya bahwa masa depan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan dampak positif," ujar Komisaris Utama PT Wira Global Solusi Tbk, Ikin Wirawan, dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026). 

Ikin menjelaskan bahwa integrasi ekosistem ini sengaja dirancang untuk mempertemukan aspek profitabilitas finansial dengan pemenuhan target pengurangan emisi karbon dunia.

Guna memperkuat lini pasokan material di sektor hulu, perseroan juga tengah mematangkan konsep aplikasi pelacak mutakhir yang diberi nama sandi khusus. Proyek inovasi tersebut memadukan penggunaan armada kendaraan bertenaga listrik, perangkat sensor pintar, serta mesin penukar otomatis di tengah pemukiman warga.

"Blue Phoenix baru satu dari proyek WGSH, selain ini juga ada proyek lain yakni Landlogic dan Tumbara," terang Ikin. 

Ekspansi gurita bisnis holding ini tercatat telah merambah ke sektor pemecahan lahan hunian modern serta jalur distribusi pangan laut berskala nasional.

Pendekatan multi-sektor berbasis teknologi ini dinilai menjadi strategi jitu untuk memperkuat daya tahan fundamental korporasi dari fluktuasi pasar digital yang tidak menentu. Di sisi lain, tingginya permintaan industri global terhadap pasokan bahan baku daur ulang menjadi jaminan keberlanjutan omzet perseroan dalam jangka panjang.

Dampak positif dari penerapan tata kelola berbasis lingkungan ini juga langsung menaikkan kelas rapor keberlanjutan perusahaan di mata para investor internasional. Pengurangan volume pembuangan zat sisa ke alam terbuka secara langsung membantu pemerintah dalam menekan pemanasan global.

Manajemen bahkan telah menyusun rencana aksi korporasi lanjutan untuk memperluas jaringan bisnis ini hingga ke sektor hilir pembuatan produk konsumsi jadi. Kolaborasi aktif dengan para pengumpul limbah lokal dan pelaku industri manufaktur raksasa terus dipacu demi mengamankan pangsa pasar yang lebih luas.

Realisasi proyek sirkular berbasis digital ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi perusahaan teknologi lain untuk ikut terjun membenahi isu lingkungan secara komersial. Para pelaku pasar modal kini tengah mengamati seberapa besar kontribusi pendapatan yang akan dihasilkan dari proyek hijau ini pada laporan keuangan mendatang.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut