get app
inews
Aa Text
Read Next : Dubai Membara Drone Iran Hantam Simbol Kemewahan Dunia Gedung Burj Al Arab, Langit UEA Mencekam!

Kiamat Jalur Laut! Iran Tutup Total Selat Hormuz, Larang Seluruh Kapal Melintas

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:22 WIB
header img
Dunia berada di ambang kiamat ekonomi dan energi setelah Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026). Foto: AP

TEHERAN, iNewsTangsel.id — Dunia berada di ambang kiamat ekonomi dan energi setelah Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026). Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk balas dendam pamungkas menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Teheran mengeluarkan dekret militer yang mengharamkan kapal apa pun—baik kapal tanker minyak maupun kapal kargo komersial—untuk melewati jalur air paling krusial di dunia tersebut. Ancaman ini tidak main-main; Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyiagakan ribuan ranjau laut, baterai rudal pesisir, dan kawanan drone bunuh diri di sepanjang pesisir selat.

Urat Nadi Dunia Terputus

Penutupan Selat Hormuz secara otomatis memutus urat nadi pasokan minyak global. Jalur sempit ini merupakan pintu keluar utama bagi jutaan barel minyak mentah dari Arab Saudi, Kuwait, UEA, dan Irak menuju pasar internasional.

"Kami telah memperingatkan bahwa jika keamanan kami diganggu, maka tidak akan ada seorang pun yang bisa menikmati keamanan di kawasan ini. Selat Hormuz kini resmi berada di bawah blokade penuh hingga perintah lebih lanjut," tegas pernyataan militer Iran melalui stasiun televisi pemerintah.

Dunia kini menahan napas. Penutupan ini diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah ke level yang belum pernah terjadi dalam sejarah, sekaligus memicu potensi konfrontasi militer langsung di laut antara armada Amerika Serikat dan pasukan laut Iran.

Ketegangan di Ambang Perang Total

Di sepanjang pesisir, dilaporkan kapal-kapal perang Iran telah mengambil posisi tempur. Beberapa kapal tanker yang tengah melintas dilaporkan terpaksa memutar balik atau mencari perlindungan di pelabuhan terdekat guna menghindari risiko tenggelam akibat serangan rudal.

Situasi di kawasan kini berada pada titik didih tertinggi. Langkah Iran ini bukan sekadar gertakan politik, melainkan upaya untuk melumpuhkan ekonomi global sebagai balasan atas hilangnya pemimpin tertinggi mereka. Saat berita ini diturunkan, bursa saham dunia dilaporkan mulai rontok akibat kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III di teluk.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut