get app
inews
Aa Text
Read Next : LPPOM MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS Terkait Pelonggaran Sertifikasi Halal

Sumpah Berdarah Teheran! Presiden Iran Janji Balas Dendam, Amerika-Israel Akan Menyesal

Minggu, 01 Maret 2026 | 13:05 WIB
header img
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Ist

TEHERAN, iNewsTangsel.id — Aura peperangan hebat kini menyelimuti Timur Tengah setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian, secara terbuka mengikrarkan sumpah balas dendam yang mengerikan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Menanggapi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan yang menghancurkan Teheran, Pezeshkian menegaskan bahwa "kejahatan besar" ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban setimpal.

Dengan nada bicara yang penuh amarah, sang Presiden menyatakan bahwa peristiwa ini akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam, di mana darah suci sang pemimpin akan mengalir bak mata air deras yang siap memberantas penindasan kaum zionis di muka bumi.

Pezeshkian mengirimkan pesan peringatan yang sangat gelap kepada Washington dan Tel Aviv, dengan menegaskan bahwa para pelaku serta komandan di balik serangan tersebut akan segera mencicipi penyesalan terdalam. Dengan dukungan penuh dari seluruh bangsa Islam dan rakyat bebas di dunia, Iran bersiap mengerahkan segenap kekuatan dan tekad militer mereka untuk memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Pernyataan ini pun diperkuat oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengeluarkan ancaman lebih spesifik, yakni peluncuran serangan paling ganas yang pernah ada ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh kawasan dalam hitungan sesaat lagi.

Kesedihan mendalam saat ini tengah menyelimuti Iran, di mana pemerintah telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur resmi untuk menghormati kepergian sang pemimpin yang telah berkuasa selama hampir empat dekade.

Laporan satelit dari Airbus mengungkap pemandangan mengerikan di mana kompleks kediaman Khamenei di pusat kota Teheran hancur lebur dibom habis-habisan. Foto-foto tersebut menjadi bukti bisu betapa biadabnya serangan awal yang dilancarkan musuh-musuh Teheran saat sang pemimpin berada di garis depan tanggung jawabnya.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan pengumuman kematian tersebut dengan suasana duka yang mencekam, menyebut Khamenei sebagai syahid yang gugur akibat serangan "rezim Zionis yang jahat." Di tengah gema duka yang menyayat hati, rakyat Iran kini menanti dengan napas tertahan saat mesin-mesin perang IRGC mulai dipanaskan.

Dunia internasional pun kini bersiap menghadapi eskalasi konflik yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan di Timur Tengah selamanya, seiring dengan janji Teheran untuk membuat para musuhnya bertekuk lutut dalam penyesalan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut