Perempuan Wirausaha Didorong Bangun Brand Berkelanjutan dan Keuangan yang Sehat
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di tengah perubahan perilaku konsumen dan ketatnya persaingan usaha, kesadaran membangun bisnis tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan.Hal tersebut mengemuka saat webinar bertema "Building Conscious Brands: Sustainability, Wellness, & Local Impact", Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 700 perempuan wirausaha dan pelaku usaha tersebut membahas strategi membangun merek berbasis nilai atau conscious branding, sekaligus memperkuat ketahanan finansial sebagai fondasi bisnis berkelanjutan.
Founder dan Director KaIND, Melie Indarto mengatakan, konsumen saat ini semakin memperhatikan nilai di balik sebuah produk, termasuk aspek keberlanjutan dan dampak sosial yang dihasilkan perusahaan.
"Pendekatan bisnis berbasis pelestarian budaya dan produksi ramah lingkungan dapat menjadi kekuatan diferensiasi di tengah pasar yang kompetitif. Model usaha yang dibangunnya memadukan wastra lokal dan pemberdayaan masyarakat dengan proses produksi yang lebih berkelanjutan," kata Milie.
Sementara itu, Founder Bonvie.id, Angela Vernanda mengungkapkan, kedekatan emosional antara merek dan konsumen menjadi faktor penting dalam industri kecantikan. Transparansi dan nilai yang dibawa sebuah brand semakin memengaruhi keputusan konsumen.
"Keterlibatan langsung dalam berbagai aspek usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran, membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar sekaligus membangun identitas merek yang lebih autentik," ungkap Angela.
Di sisi lain, Founder MomaKECE Community, Dita Kusuma Hapsari, menyoroti pentingnya komunitas sebagai ruang kolaborasi bagi perempuan pelaku usaha.
"Karena ekosistem yang saling mendukung dapat membantu pelaku UMKM memperluas jaringan, berbagi pengalaman, dan memperkuat daya tahan usaha," ucap Dita.
Selain penguatan branding, webinar juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang disiplin agar bisnis mampu bertahan dalam jangka panjang. Business Development Sequis Life, Christle Honora, menegaskan, pemisahan keuangan pribadi dan bisnis menjadi langkah awal menjaga stabilitas usaha. Karena pengelolaan arus kas, dana darurat, manajemen utang, hingga proteksi usaha menjadi bagian penting dalam membangun fondasi finansial yang sehat.
"Perencanaan keuangan yang terstruktur dapat membantu perempuan wirausaha lebih siap menghadapi risiko bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan," tutup Christle.
Editor : Elva Setyaningrum