Waspada Penyakit Pasca Banjir! Dinkes Kota Tangerang Sebar Posko Kesehatan Gratis
KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat mengantisipasi ancaman penyakit pasca banjir dengan menyiagakan posko kesehatan di titik-titik pengungsian paling krusial. Sejumlah tenaga medis profesional dikerahkan secara masif untuk memberikan pelayanan pengobatan langsung bagi warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa timnya fokus pada pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian obat-obatan bagi warga di wilayah terdampak. “Tenaga kesehatan dikerahkan untuk memberikan pelayanan langsung, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga penanganan keluhan ringan yang dialami warga,” ujar dr. Dini, dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Layanan medis darurat ini kini dapat diakses oleh masyarakat di beberapa lokasi strategis seperti Kantor Kecamatan Periuk dan Gedung Serbaguna RW 25. Titik lain yang juga menjadi pusat bantuan kesehatan adalah Posyandu RW 21 serta Masjid Al-Jihad yang menjadi pusat evakuasi sementara bagi warga sekitar.
Posko-posko tersebut sengaja didirikan di jantung wilayah terdampak agar masyarakat bisa mendapatkan akses pertolongan pertama tanpa harus menempuh jarak jauh. “Posko kesehatan ini menjadi pusat pelayanan sementara agar warga terdampak banjir mendapatkan penanganan medis secara cepat,” tambah dr. Dini.
Petugas di lapangan juga melakukan penyisiran rutin guna memantau kondisi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, hingga ibu hamil yang berada di tenda darurat. Langkah preventif ini sangat penting untuk memastikan warga dengan riwayat penyakit tertentu tidak mengalami perburukan kondisi selama masa pengungsian berlangsung.
Selain memberikan perawatan medis, Dinas Kesehatan juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit menular. Warga diimbau untuk selalu mencuci tangan dan memastikan asupan makanan bersih demi menjaga imunitas tubuh di tengah situasi bencana yang menantang.
Editor : Aris