Riset Ungkap Literasi Keuangan yang Matang Bikin Masyarakat Kebal Terhadap Guncangan Ekonomi
JAKARTA, iNewsTangsel - Animo masyarakat dalam memutarkan dana di instrumen pasar modal komoditas terus meroket tajam dalam beberapa waktu belakangan ini. Namun, fenomena penguatan penetrasi modal tersebut sayangnya belum dibarengi dengan pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko perdagangan berjangka.
Kesenjangan informasi ini memicu kekhawatiran karena berpotensi merugikan para investor pemula akibat kurangnya bekal pengetahuan yang mumpuni. Menyikapi urgensi tersebut, salah satu pialang berjangka terkemuka nasional langsung bergerak cepat meluncurkan program edukasi komprehensif.
"Pelaku industri masih memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja, manfaat, dan risiko berbagai produk keuangan," ungkap Presiden Direktur KVB Futures, Tonny Fong, dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Tonny menegaskan bahwa ketimpangan antara kemudahan akses produk dengan tingkat kecerdasan finansial harus segera dipangkas melalui aksi nyata.
Data riset terbaru dari lembaga otoritas keuangan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51%. Data ini menunjukkan bahwa akses layanan keuangan tumbuh lebih cepat ketimbang tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk yang digunakan.
Editor: Aris