Dari Gempa hingga Banjir, Pembiayaan Risiko Bencana di Indonesia Jadi Perhatian
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemerintah resmi mengakhiri program Indonesia Disaster Risk Finance & Insurance (IndoRISK) yang selama beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembiayaan risiko bencana di Indonesia. Program tersebut sebelumnya dirancang untuk memperkuat ketahanan fiskal negara saat menghadapi dampak ekonomi akibat bencana.
Penutupan program berlangsung di kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Jakarta. Melalui program ini, pemerintah mengembangkan mekanisme pendanaan darurat melalui pembentukan Pooling Fund Bencana (PFB) yang ditujukan sebagai cadangan keuangan saat terjadi bencana besar.
Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Suska, mengatakan strategi pembiayaan risiko bencana menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas fiskal negara.
“Strategi pembiayaan dan asuransi risiko bencana merupakan kombinasi berbagai instrumen keuangan agar pendanaan penanganan bencana dapat tersedia tepat waktu, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Program IndoRISK berjalan sejak 2021 dengan dukungan pinjaman internasional dan hibah dari Global Risk Financing Facility serta pendanaan dari World Bank. Hingga akhir pelaksanaan, nilai pinjaman yang telah ditarik mencapai sekitar USD 460 juta, sementara sebagian dana masih dalam proses verifikasi.
Selain membentuk Pooling Fund Bencana, program ini juga mendorong penyusunan sistem pelacakan anggaran kebencanaan serta penguatan koordinasi antar lembaga, termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan sejumlah kementerian terkait.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai skema pembiayaan risiko bencana masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam memastikan dana benar-benar dapat diakses cepat saat terjadi bencana serta digunakan secara transparan di tingkat pusat maupun daerah.
Lead Financial Sector Economist dari World Bank, Julian Casal, menyebut berakhirnya IndoRISK menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan Indonesia dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.
“Ini saat yang tepat untuk merefleksikan kesiapan Indonesia dalam mitigasi dan pengelolaan risiko bencana,” katanya.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Karena itu, efektivitas mekanisme pendanaan seperti Pooling Fund Bencana akan sangat menentukan kecepatan pemulihan ekonomi dan sosial setiap kali bencana besar terjadi.
Editor : Hasiholan Siahaan