get app
inews
Aa Text
Read Next : Dude Harlino Terkejut! Baru Tahu Skema Penipuan PT DSI Setelah Nonton Rapat DPR RI

Industri Mesin Perkakas Masih Bergantung Impor, Peluang Domestik Terbuka

Kamis, 02 April 2026 | 17:48 WIB
header img
Penyelenggaraan CMES 2025 di Vietnam pada 2025. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya memperkuat daya saing industri manufaktur nasional terus didorong melalui berbagai ajang kolaborasi global. Salah satunya dengan penyelenggaraan pameran mesin perkakas internasional CMES Indonesia yang akan digelar pada 2–4 Juli 2026 di Jakarta.

“Kehadiran pameran ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap sektor manufaktur Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi produksi berbasis presisi,” kata perwakilan penyelenggara CMES Indonesia, Sun Xiao Li di Jakarta, Kamis (2/4/2026). 

Menurutnya, transformasi sektor manufaktur yang tengah berlangsung melalui program Making Indonesia 4.0 mendorong pergeseran dari metode produksi konvensional menuju teknologi presisi tinggi. Perubahan ini didorong oleh permintaan dari berbagai sektor strategis seperti otomotif, elektronika, infrastruktur, hingga energi baru.

“Namun, kapasitas industri mesin perkakas dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” ucap Sun.

Di tengah tantangan tersebut, lanjut dia, kinerja sektor industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sektor ini tumbuh 6,96 persen secara tahunan pada triwulan III-2025.

“Pertumbuhan ini turut didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi dan investasi, terutama pada industri mesin dan perlengkapan yang mencatat kenaikan hingga 11,74 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan lonjakan permintaan barang modal yang menjadi indikator ekspansi industri manufaktur,” ungkapnya. 

Dijelaskan, kondisi ini menandakan permintaan terhadap teknologi manufaktur dan mesin industri terus meningkat, sekaligus menjadi indikator penting bagi pertumbuhan sektor industri pengolahan.

“Pameran ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pelaku industri dalam negeri dengan penyedia teknologi global, guna mempercepat adopsi inovasi serta memperluas akses terhadap peralatan produksi modern. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan upaya memperkuat rantai pasok industri, khususnya dalam mendukung produksi komponen otomotif, elektronik, dan peralatan industri lainnya,” paparnya. 

Ditambahkan, tantangan utama tetap terletak pada penguatan kapasitas industri dalam negeri agar tidak bergantung pada impor. Pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara industri dan pemerintah  menjadi kunci dalam mendorong kemandirian sektor manufaktur.

“Dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut, sektor manufaktur Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional, sekaligus motor penggerak transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih modern dan efisien,” tutup Sun. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut