Penguatan TKDN di Hulu Migas Dukung Daya Saing Industri Nasional
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Penguatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (Migas) kini semakin berperan untuk mendorong pertumbuhan industri penunjang nasional. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui sinergi Badan Pengelola Migas Aceh, PT Sucofindo (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam memperkuat tata kelola penggunaan produk dan jasa dalam negeri.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan kegiatan hulu migas di Aceh memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan nasional. Sehingga implementasi TKDN berjalan lebih optimal, terukur, dan transparan di seluruh aktivitas hulu migas,” kata Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai pasok migas akan menciptakan nilai tambah yang lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pembukaan lapangan kerja. Selain itu, langkah ini juga menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor di sektor energi.
“Ketika penggunaan produk dan jasa lokal meningkat, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh pelaku usaha, tenaga kerja, hingga rantai pasok di daerah serta pertumbuhan sektor industri pendukung, seperti manufaktur, jasa teknik, hingga logistik,” ungkap Fajar.
Di wilayah Aceh, lanjut Fajar, implementasi kebijakan ini membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam proyek-proyek migas. Dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat daerah, tetapi juga berpotensi meluas ke kawasan Sumatera, termasuk Sumatera Utara, melalui penguatan rantai pasok regional.
“Selain aspek pertumbuhan industri, kolaborasi ini juga mendorong terciptanya ekosistem yang lebih transparan dan akuntabel. Sistem pengawasan dan verifikasi yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap sektor migas nasional,” terangnya.
Ke depan, penguatan TKDN di hulu migas diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi melalui optimalisasi potensi dalam negeri.
Editor : Elva Setyaningrum