get app
inews
Aa Text
Read Next : Gizi Anak Jadi Sorotan, Kasus Balita Underweight di Indonesia Masih Tinggi

Imunisasi Campak Sasar 10.000 Nakes hingga 180.000 Balita di Tangerang

Senin, 06 April 2026 | 21:43 WIB
header img
Seorang balita mendapat imunisasi campak di Puskesmas Cisauk. (Foto: Istimewa).

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Pemerintah Kabupaten Tangerang memperluas upaya pencegahan penyebaran Campak dengan menargetkan imunisasi tidak hanya untuk balita, tetapi juga tenaga kesehatan (nakes) yang dinilai sebagai kelompok rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan, sekitar 10.000 tenaga medis akan mendapatkan imunisasi campak. Program ini masih menunggu hasil studi efikasi vaksin untuk orang dewasa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  serta distribusi vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Tenaga medis menjadi kelompok yang berisiko, sehingga perlu penguatan imun sebagai langkah antisipasi,” katanya, Senin (6/4/2026). 

Menurutnya, upaya pemberian imunisasi campak khusus nakes dan tenaga medis dilakukan sebagai merespon beberapa kasus yang dialami kelompok medis. 

“Sehingga pemerintah menginstruksikan untuk melakukan antisipasi dan penguatan imun pada kelompok rentan atau risiko tinggi tertular penyakit tersebut,” imbuhnya. 

Selain tenaga kesehatan, lanjut dia, pihaknya juga menargetkan sedikitnya 180.000 balita usia 9 bulan hingga 5 tahun untuk mendapatkan imunisasi tambahan melalui program Outbreak Response Immunization(ORI). 

“Program ini diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Jadi pemberian imunisasi campak tambahan ini dilakukan terhadap semua balita, baik anak yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi campak lengkap maupun baru sehingga kekebalan anak meningkat,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan, pelaksanaan ORI telah dimulai sejak akhir Maret 2026 dan dilakukan secara massal di seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang. Salah satu pelaksanaannya terlihat di Puskesmas Cisauk yang menggelar imunisasi dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader, Senin (6/4/2026). 

“Dalam kegiatan tersebut, layanan diberikan secara menyeluruh, mulai dari pendaftaran, skrining kesehatan, hingga penyuntikan vaksin. Selain itu, orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya imunisasi dan perilaku hidup bersih dan sehat,” terangnya. 

Diketahui, Data Dinas Kesehatan menunjukkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat sekitar 140 kasus campak di Kabupaten Tangerang, dengan sebaran tertinggi di wilayah Teluknaga, Pasar Kemis, dan Pagedangan. Pada tahun sebelumnya, jumlah kasus tercatat mencapai 180 kasus.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut