Album Aku dan Cahaya Tandai Era Baru Astrid di Jalur Musik Independen
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Setelah dua dekade berkiprah di industri musik Tanah Air, Astrid kembali merilis karya terbaru bertajuk Aku dan Cahaya. Album ketujuh ini menjadi penanda fase baru perjalanan bermusiknya, dengan pendekatan yang lebih jujur, sederhana, dan personal.
Berbeda dari karya sebelumnya, album ini lahir dari proses eksplorasi yang lebih bebas seiring keputusan Astrid menempuh jalur independen dalam lima tahun terakhir.
Dia mengaku ingin menghadirkan identitas bermusiknya secara apa adanya tanpa banyak kompromi.
“Ini pertama kalinya saya benar-benar menampilkan diri saya secara utuh dalam karya,” ujar Astrid saat peluncuran di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).
Album Aku dan Cahaya berisi 10 lagu, termasuk sejumlah lagu yang telah dirilis sebelumnya. Menariknya, proses produksi album ini terbilang singkat. Astrid hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikan keseluruhan materi, bahkan empat lagu terakhir direkam dalam hitungan jam.
Musisi sekaligus produser Adrian Martadinata turut berperan penting dalam penggarapan album ini. Ia tidak hanya mengaransemen seluruh lagu, tetapi juga berduet dengan Astrid dalam lagu, 'Kuingin Kau Tau'.
Salah satu lagu berjudul, 'Tak Apa' bahkan lahir secara spontan dengan dua versi berbeda, termasuk versi akustik yang direkam hanya dalam satu kali pengambilan (one take).
Dari sisi musikalitas, album ini memperlihatkan pendewasaan Astrid, baik dari segi vokal maupun interpretasi lagu. Ia juga mengangkat kembali beberapa karya lama dengan aransemen baru yang lebih segar.
Melalui Aku dan Cahaya, Astrid berharap karyanya tetap relevan dan dapat diterima oleh pendengar lintas generasi, sekaligus menegaskan eksistensinya sebagai penyanyi yang konsisten berkarya di industri musik Indonesia.
Editor: Hasiholan Siahaan