Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Brimob Cegah Tawuran Pelajar di Ciputat, Lima Pelajar Diamankan Bersama Golok dan Celurit
Advertisement . Scroll to see content

SMAN 11 Tangsel Kawal Kasus FA: Korban Murni Penganiayaan Berat di Jombang Ciputat

Kamis, 30 April 2026 | 14:25 WIB
  • author Doni Marhendro
SMAN 11 Tangsel Kawal Kasus FA: Korban Murni Penganiayaan Berat di Jombang Ciputat
Pelajar SMAN 11 Tangsel tewas dianiaya. [Foto: ist]

CIPUTAT, iNewsTangsel - Pihak SMAN 11 Tangsel akhirnya angkat bicara terkait peristiwa tragis yang menewaskan eorang pelajar berinisial FA (17) di kawasan Jombang, Ciputat. 

Pihak sekolah menegaskan, tidak ada indikasi tawuran antar pelajar dalam kejadian tersebut, Kamis (30/4/2026).

Kepala SMAN 11 Tangsel, Muhaji Joko Tingkir, menjelaskan, guna meluruskan informasi yang sempat berkembang liar di tengah masyarakat. Ia memastikan, hingga saat ini pihak sekolah tidak menemukan bukti keterlibatan siswa dalam aksi tawuran dengan sekolah lain.

“Yang saya tahu tidak ada tawuran antar sekolah kami dengan sekolah manapun. Saya tidak mau memberi pernyataan terkait hal yang tidak saya ketahui secara pasti,” tegas pria yang akrab disapa Jokting tersebut.

Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, terutama dalam situasi sensitif yang melibatkan pelajar. Menurutnya, spekulasi tanpa dasar justru berpotensi memperkeruh keadaan, memicu kesalahpahaman, dan merugikan banyak pihak, termasuk keluarga korban.

Peristiwa nahas yang menimpa FA terjadi pada dini hari di Jalan Taqwa, Jombang, Ciputat. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban bukan terlibat dalam aksi tawuran, melainkan menjadi sasaran penganiayaan oleh sekelompok pelaku.

Akibat aksi brutal tersebut, FA mengalami luka berat. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif, namun nyawanya tidak tertolong.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan motif dendam lama yang berkaitan dengan konflik antar kelompok sejak Ramadan 2025 di wilayah Cisauk. Ironisnya, korban diduga tidak memiliki keterlibatan langsung dalam konflik tersebut dan justru menjadi sasaran pelampiasan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bahwa kekerasan di kalangan remaja, dengan motif apa pun, dapat berujung fatal. Di tengah duka yang mendalam, publik diharapkan tidak terjebak pada spekulasi, melainkan memberi ruang bagi proses hukum untuk mengungkap fakta secara utuh.

 

Editor: Aris

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut