get app
inews
Aa Text
Read Next : Masjid hingga Balai Warga Terkoneksi Internet Gratis, Tangsel Genjot Ekonomi Digital

Tangsel Pertahankan Nol Kematian DBD Selama Tiga Tahun Berturut-turut

Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB
header img
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. [Foto: ist]

CIPUTAT, iNewsTangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui berbagai program yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Langkah tersebut telah dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan selama bertahun-tahun, sehingga mampu menjaga angka kematian akibat DBD tetap nol dalam tiga tahun terakhir.

Keberhasilan pengendalian DBD di Tangsel merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, lurah, ketua RW, hingga kader kesehatan yang aktif melakukan edukasi dan pemantauan lingkungan.

Pencapaian yang diraih saat ini merupakan akumulasi dari kerja bersama seluruh pihak. Pengendalian DBD tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa penyakit DBD memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, penyebarannya dapat dibatasi dan dampaknya dapat ditekan melalui berbagai langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Benyamin, hal yang paling membanggakan adalah keberhasilan Kota Tangerang Selatan mempertahankan angka kematian akibat DBD pada angka nol. 

Capaian tersebut berhasil dipertahankan sejak tahun 2024, sepanjang 2025, hingga pertengahan 2026 melalui berbagai intervensi yang dilakukan secara terpadu.

"Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,"terang Benyamin Davnie, usai memberikan pemaparan di acara Gebyar Jumantik di Balndongan, Balai Kota Tangsel, Kamis (25/6/2026).

"Melalui gerakan ini, setiap keluarga diharapkan memiliki kesadaran untuk secara rutin memeriksa dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk Aedes aegypti," 

Pemeriksaan dilakukan pada lokasi yang sering menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti bak mandi, wadah penampungan air, talang air, tempat penampungan air di bawah dispenser, bagian bawah kulkas, hingga berbagai wadah lain yang menampung air bersih.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menginisiasi program RW Bebas Jentik sebagai bentuk penguatan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. 

RW yang berhasil memenuhi kriteria bebas jentik akan memperoleh sertifikat setelah melalui proses survei secara acak atau silent survey tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Metode tersebut diterapkan untuk memastikan kondisi lingkungan yang dinilai benar-benar mencerminkan situasi nyata di lapangan, bukan hasil persiapan sesaat menjelang penilaian.

Hingga saat ini, puluhan RW di berbagai wilayah Tangsel telah berhasil meraih sertifikat RW Bebas Jentik. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa gerakan pemberantasan sarang nyamuk tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan bahwa para kader kesehatan dan relawan yang terlibat dalam program tersebut juga dinilai memiliki peran penting. 

Mereka bekerja secara sukarela dan penuh semangat tanpa mengharapkan imbalan, karena memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan melindungi warga dari ancaman DBD.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memberikan dukungan terhadap berbagai gerakan tersebut, baik melalui pendampingan, edukasi, maupun fasilitasi kegiatan masyarakat dan kader kesehatan. 

"Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa instruksi dari pemerintah, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi aktif warga sebagai pelaku utama perubahan," jelasAllin Hendalin.

Sementara itu, wilayah yang capaian bebas jentiknya masih rendah akan menjadi bahan evaluasi bagi camat, lurah, dan pengurus RW setempat. 

Proses sertifikasi serta survei lapangan akan terus dilakukan sebagai bentuk motivasi agar seluruh wilayah semakin meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk.

Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemkot Tangsel optimistis pengendalian DBD dapat terus berjalan efektif dan menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari ancaman penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut