Riset UI Ungkap Fakta Layanan Pinjaman Daring Jadi Bantalan Rakyat Hadapi Tekanan Ekonomi
JAKARTA, iNewsTangsel - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI merilis riset mengejutkan yang menempatkan pinjaman daring sebagai pahlawan ekonomi baru. Layanan ini terbukti menjadi bantalan keuangan vital bagi masyarakat Indonesia yang tengah berjuang menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian finansial.
Akses pembiayaan digital ini sangat krusial mengingat konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kehadiran industri ini membantu banyak keluarga menjaga daya beli tanpa harus terjebak dalam lubang kemiskinan yang lebih dalam.
Direktur Keuangan AdaKami, Valentina Juveline, menegaskan bahwa tata kelola yang baik adalah kunci utama dalam memberikan manfaat nyata bagi para nasabah.
"Temuan ini menegaskan bahwa layanan AdaKami telah menjadi bantalan keuangan yang membantu masyarakat mengelola arus kas secara lebih terukur," ungkap Valentina, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026) .
Berdasarkan data OJK per Februari 2026, nilai penyaluran pinjaman daring nasional bahkan telah menembus angka fantastis Rp100,69 triliun. Pertumbuhan sebesar 25,75 persen secara tahunan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap solusi pendanaan berbasis teknologi.
Peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, memaparkan fakta menarik bahwa 24,51 persen peminjam menggunakan dana tersebut untuk menghindari penjualan aset berharga. "Pinjaman ini membantu mereka menghadapi guncangan akibat PHK atau sakit keras tanpa harus meminjam pada rentenir dengan bunga selangit," jelas Prani.
Tanpa adanya akses pinjaman daring, banyak pekerja kreatif seperti seniman atau fotografer terpaksa menjual alat kerja utama mereka demi bertahan hidup. Langkah preventif ini sangat penting untuk mencegah penurunan kualitas hidup jangka panjang dan memastikan masyarakat tetap bisa produktif mencari nafkah.
Anjar Sumarjati dari OJK turut memberikan apresiasi atas kontribusi signifikan industri ini dalam menjangkau masyarakat yang tidak tersentuh perbankan konvensional. Inklusi keuangan yang diciptakan oleh penyedia layanan digital dianggap sebagai jembatan menuju pemerataan kesejahteraan yang lebih efektif di seluruh pelosok tanah air.
Meski tumbuh pesat, industri tetap diingatkan untuk terus memperkuat manajemen risiko dan perlindungan konsumen demi ekosistem yang sehat. Kolaborasi antara transparansi layanan dan edukasi masyarakat akan menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan di masa depan.
Editor : Aris